Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pedagang Berambang di Pasar Sukomoro Tidak Pernah Berebut Pembeli, Kok Bisa?

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 6 Juli 2023 | 18:00 WIB

 

Photo
Photo

Pedagang di Pasar Sukomoro patut mendapat acungan jempol. Di pasar berambang tersebut tidak mengenal persaingan. Meski dagangan mereka sama tetapi antar pedagang tidak pernah berebut pembeli. Bahkan, mereka memilih membagi rezeki setiap hari.

Pemandangan unik tersaji di Pasar Sukomoro sekitar pukul 12.30 WIB kemarin. Lima pedagang berambang tampak asyik makan siang bersama. Mereka adalah Lasmi, 50, Sumini, 52, Paisri, 60, Suparti 42, dan Munnah, 40.

Dengan lahap sambil bercanda mereka makan bekal yang dibawanya dari rumah. Ada yang membawa sayur tewel, ikan asin, tahu, tempe, dan ada pula yang membawa semur daging. Dengan lahap mereka makan bersama. “Makan itu enak kalau batu (makan bersama, Red),” ujar Lasmi, salah satu pedagang.

Setiap hari, mereka selalu makan siang bersama di pasar. Sedangkan, untuk sarapan dan makan malam, pedagang memilih makan bersama keluarga di rumah. Yang menarik, meski ada pedagang yang tidak mbontot  tetapi dia juga akan diajak makan bersama. “Kami di sini ini seperti saudara. Jadi, makan bareng ini membuat kami semakin rukun,” ujarnya.

Saat makan bersama itu pedagang juga santai ketika pembeli datang ke lapaknya. Pedagang tersebut akan meninggalkan tempat makan bersama dan melayani pembeli. Kemudian, kembali lagi makan bersama.

Untuk minum, pedagang tidak membawa dari rumah. Mereka bergiliran membelikan minuman es teh setiap hari. “Ayo ini nanti waktunya Bu Lasmi yang beli es teh,” ujar Suparti.

Selain makan bersama, pedagang di sana juga memilih membagi rezeki jika ada perusahaan berambang goreng kulakan. Pedagang akan meminta perusahaan tersebut kulakan berambang ke pedagang yang lain jika kemarin sudah membeli berambang ke dirinya. Ini dilakukan agar semuanya merasakan diborong. “Biar sama-sama merasakan untung besar jika diborong,” ungkap Suparti sambil tertawa.

Bagi pedagang, persaingan atau rebutan pembeli itu bukan hal yang baik di Pasar Sukomoro. Apalagi, dagangan mereka sama. Jadi, tidak ada istilah ngejur rego di sana. “Harga berambang di lapak saya dengan teman-teman yang lain itu sama. Karena kami di sini adalah keluarga,” ujarnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#petani #brambang nganjuk #petani brambang #brambang