Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ternyata 3 Kilogram Bawang Merah Hanya Bisa Jadi 1 Kilogram Berambang Goreng

Ilmidza Amalia Nadzira • Rabu, 5 Juli 2023 | 21:43 WIB

Photo
Photo

Berambang goreng membutuhkan banyak berambang. Karena saat digoreng, berambang secara otomatis akan mimpes. Beratnya akan menyusut drastis. Untuk itu, harga berambang goreng jauh lebih mahal dibandingkan berambang mentah.

“Tiga kilogram berambang ini jika digoreng maka hanya jadi 1 kilogram,” ujar Sumiyati, 53, penjual berambang goreng saat ditemui di Pasar Sukomoro kemarin.

Meski rumahnya di Pare, Kabupaten Kediri tetapi Sumiyati memilih kulakan berambang di Nganjuk. Karena kualitas berambang Nganjuk dianggapnya lebih baik dibandingkan berambang dari daerah lain.

Baca Juga: PAN Komitmen Siapkan Kader Berkualitas dan Peduli Nasib Rakyat untuk Pemilu 2024

“Berambang Nganjuk itu kalau jadi berambang goreng rasanya gurih dan renyah,” puji Sumiyati.

Karena dia adalah pedagang berambang goreng maka berambang yang dikulak bukan berambang grade A, B, atau C. Namun, dia memilih berambang sortiran atau BS. Harga yang murah jadi alasan utamanya. Karena harga berambang BS itu separo dari harga berambang grade A.

Untuk harga berambang goreng yang dijual, Sumiyati mengaku fluktuatif. Artinya, dia mengikuti harga kulakan berambang di Pasar Sukomoro. Jika harga berambang tinggi maka harga berambang goreng akan tinggi dan sebaliknya. Ini karena berambang goreng tersebut membutuhkan berambang dalam jumlah banyak.

Baca Juga: Hubungan Asmara Sedarah, Kenapa Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Psikolog

“Jika harga berambang mentah Rp 20 ribu per kilogram maka saya jual berambang goreng Rp 85 ribu per kilogram,” ujarnya.

Harga tersebut kata Sumiyati adalah harga berambang goreng dengan kualitas bagus. Karena berambang goreng dipengaruhi kualitas berambang mentah. Jika kondisi berambang tidak bagus dan harganya murah maka saat digoreng, berambang goreng tersebut juga tidak akan bagus kualitas. “Ada yang Rp 30 ribu-Rp 40 ribu per kilogram untuk harga berambang goreng dengan kualitas biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Parti, 60, pedagang berambang di Pasar Sukomoro mengakui jika penjual berambang goreng memilih berambang BS karena harga yang murah.

Baca Juga: Nadeo Argawinata: Saya Bisa Pindah ke Persik Kediri, Asal...

“Jika tidak ada berambang sortiran, mereka akan memilih berambang yang ukurannya kecil-kecil,” ujarnya.

Dengan ukuran kecil, rasa berambang khas Nganjuk akan semakin terasa saat digoreng. Selain itu, pertimbangan harga juga jadi yang utama. Karena harga berambang kecil dengan besar berbeda.

“Pedagang berambang pasti sudah tahu apa yang diinginkan pembeli yang mau membuat berambang goreng,” ujarnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#petani #brambang nganjuk #petani brambang #brambang #harga bawang merah #bawang merah