MAKKAH, JP Radar Nganjuk- Satu jemaah haji Kabupaten Nganjuk meninggal dunia di Tanah Suci kemarin. Dia adalah Rusman Suleman Ronikaryo, warga Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk. Rumah meninggal dunia di King Faisal Hospital Makkah pada Minggu malam waktu Arab Saudi (25/6). “Beliau (Rusman) meninggal dunia di usia 73 tahun,” ujar Agus Frihannedy, Petugas Haji Daerah (PHD) Kloter 33 Kabupaten Nganjuk, kemarin.
Sebelumnya, Rusman tidak mengeluh sakit saat berangkat dari Tanah Air menuju Tanah Suci. Selama di Madinah, dia juga menjalani aktivitas seperti jamaah haji yang lain. Sehingga, Rusman juga dibawa ke Makkah. Namun, tiba-tiba saat petugas kesehatan melakukan visitasi rutin ke kamar-kamar jamaah haji, Rusman dalam kondisi kritis. “Langsung dilarikan ke King Faisal Hospital untuk mendapatkan perawatan intensif,” ujar Agus.
Sayang, nyawa Rusman tidak tertolong. Dia mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit. “Beliau diduga kena serangan jantung,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKPP) Kabupaten Nganjuk ini.
Baca Juga: Ini Tanda-Tanda Kekeringan Tujuh Desa di Kabupaten Nganjuk
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Rusman langsung dimakamkan di Makkah. Pemakaman berjalan lancar. “Semoga amal ibadah Beliau diterima Allah SWT dan keluarga di Tanah Air yang ditinggalkan diberi ketabahan,” harap Agus.
Dengan meninggalnya Rusman maka jemaah haji Kota Angin berkurang satu orang. Saat ini jemaah haji sedang mempersiapkan fisik dan mental untuk melaksanakan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). “Butuh fisik dan mental yang prima untuk Armuzna,” ujar Agus.
Karena saat ini di Tanah Suci, suhu di atas 45 derajat celcius maka semua jemaah haji diwajibkan untuk minum air zamzam yang cukup. Jangan sampai kekurangan air. Karena bisa menyebabkan dehidrasi. “Istirahat yang cukup agar stamina prima,” ujarnya.
Baca Juga: Ini Omzet Pedagang Brambang Nganjuk di Pasar Sukomoro
Sementara itu, saat wartawan koran ini berkunjung ke rumah duka, terlihat petakziah berdatangan. “Saya mendapat kabar Bapak Rusman meninggal dunia pukul 02.00 WIB dari ketua kloter,” ujar Ahmad Nuri, 49, anak pertama Rusman.
Nuri mengaku kaget saat mendapat kabar lewat telepon WhatsApp (WA) tersebut. Karena sebelumnya, kondisi Rusman fit saat berangkat ke Tanah Suci. Dia juga tidak punya riwayat penyakit. “Keluarga sudah ikhlas dengan kepergian Bapak. Semoga almarhum husnul khotimah,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah