Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Tanda-Tanda Kekeringan Tujuh Desa di Kabupaten Nganjuk

Iqbal Syahroni • Selasa, 27 Juni 2023 | 20:51 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ancaman kesulitan air bersih di tujuh desa mulai terlihat. Saat wartawan koran ini mengunjungi Dusun Sendanggogor, Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong yang menjadi langganan kekeringan kemarin, tandon air bersih sudah mulai kosong. Sehingga, warga harus mengisi tandon tersebut dengan cara menyedot sumur memakai disel. “Mungkin jika tidak ada hujan, sumur juga akan kering bulan depan,” ujar Muji Utomo, 47, warga Dusun Sendanggogor, Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong.


Persoalan kekeringan dan kesulitan air bersih di Desa Ngepung adalah masalah tahunan. Setiap musim kemarau, sumur-sumur di sana akan kering. Ujung-ujungnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, pemkab menyediakan tandon air bersih di sana. Saat warga mengalami kesulitan air bersih, pemkab akan melakukan dropping air bersih di tandon-tandon yang telah disediakan.

Melihat kondisi kemarau tahun ini, Utomo mengaku waswas. Dia memprediksi kemarau tahun ini tidak sama dengan tahun lalu. Jika tahun lalu, masih ada hujan turun. Namun, diperkirakan tahun ini, hujan tidak akan turun saat musim kemarau. Apalagi, suhu di Kota Angin juga panas. Ini meningkatkan ancaman kekeringan semakin tinggi.

Baca Juga: Stok Brambang Nganjuk Selalu Ada Setiap Hari di Pasar Sukomoro

Atas persoalan tersebut, warga juga telah menggelar rapat dengan pemerintah desa setempat pada Sabtu (24/6). Mereka membahas tentang kemungkinan permintaan dropping air bersih jika sumur warga kering dan tandon air bersih kosong. Sehingga, warga tidak sampai mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. “Kami akan lihat hingga pertengahan Juli nanti. Jika kondisi mengkhawatirkan, kami akan minta BPBD untuk dropping air bersih ke sini,” ungkap lelaki yang juga Wakil Ketua BPD Ngepung ini.

Sementara itu, Jumainah, 64, warga setempat juga mulai resah. Karena air di sumurnya mulai mengering. Dia pun harus menghemat dalam menggunakan air. “Hanya untuk masak dan minum saja,” ujarnya.

Jumainah berharap, hujan akan mengguyur Dusun Sendanggogor di musim kemarau ini. Sehingga, dia tidak perlu harus mencari air bersih di tandon atau menunggu dropping air bersih dari pemkab. “Mudah-mudahan saja hujan segera turun biar tidak sampai mengalami kekeringan lagi,” harapnya.

Baca Juga: Tujuh Desa di Kabupaten Nganjuk Rawan Kesulitan Air Bersih, Mana Saja?

Terpisah, Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid mengatakan, Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong merupakan salah satu desa yang menjadi langganan kekeringan di musim kemarau. Selain Desa Ngepung, ada enam desa lainnya yang kondisinya tidak jauh berbeda. Yaitu, Desa Prayungan, Pinggir, dan Sumbersono, ketiganya juga di Kecamatan Lengkong. Kemudian, ada tiga desa di Kecamatan Jatikalen yang juga rawan kekeringan, yaitu Desa Pule, Pulowetan, dan Dawuhan.

Wakid mengatakan, jika warga di tujuh desa tersebut meminta dropping air bersih maka pihaknya akan langsung meluncur. Saat ini armada telah siap. “Kami siaga 24 jam. Sewaktu-waktu dibutuhkan, kami siap dropping air bersih,” ujarnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kekeringan #kemarau #cuaca extreme #air bersih