Pasar Sukomoro buka setiap hari. Meski Kecamatan Sukomoro tidak sedang panen tetapi stok brambang di pasar selalu tersedia. Stoknya pun tak tanggung-tanggung hingga puluhan ton setiap hari. Sehingga, konsumen tidak perlu khawatir kesulitan membeli brambang.
“Mau cari brambang ke Pasar Sukomoro saja,” ujar Yuliana Purwaningsih, 38, pedagang brambang asal Kelurahan/Kecamatan Sukomoro. Stok brambang di sana seperti tidak pernah habis. Mau musim tanam atau panen, tidak jadi masalah. Brambang di Pasar Sukomoro selalu ready stock atau tersedia setiap hari.
Usut punya usut, ternyata brambang di Pasar Sukomoro tidak hanya dipasok petani brambang Kota Angin. Saat lahan brambang di Kabupaten Nganjuk tidak sedang panen maka pedagang akan mendapat pasokan brambang dari luar daerah. Bahkan, tak jarang, brambang dari luar pulau juga masuk ke Pasar Sukomoro. “Yang paling sering itu brambang dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB),” ungkap Yuliana.
Brambang dari Bima hampir setiap hari datang saat Nganjuk tidak sedang panen brambang. Kondisi itu sudah puluhan tahun. Harga brambang di Bima yang tergolong terjangkau dan kualitasnya yang bagus menjadi pertimbangan pedagang. Mereka memilih kulakan brambang dari sana. “Kalau Bima lagi kosong, biasanya kami dapat kiriman brambang dari Jawa Tengah,” ujar pedagang berhijab ini.
Hal senada diungkapkan Della Carolina, 26, pedagang brambang di Pasar Sukomoro. Dia juga kulakan brambang dari Jawa Tengah jika petani di Kabupaten Nganjuk tidak sedang panen. Biasanya, truk yang mengangkut brambang dari Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. “Bisa 20-30 ton brambang untuk sekali pengiriman,” ujarnya.
Karena itu, pedagang brambang bisa setiap hari berjualan. Brambang di pasar bawang merah di Kota Angin itu seperti tidak pernah habis. Datang, dibongkar, ditimbang, dan diangkut lagi setiap hari. Berputar terus. Sama dengan perputaran uang di sana yang hampir Rp 1 miliar setiap hari. “Muter terus brambang dan uang di sini,” ujar Della.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah