Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ngeri! Dalam Sebulan Ada Lima Rumah dan Tiga Kandang yang Terbakar, Ini Penyebabnya

Iqbal Syahroni • Senin, 26 Juni 2023 | 21:21 WIB

Photo
Photo

Nganjuk, JP Radar Nganjuk-
Memasuki musim kemarau, peristiwa kebakaran di Kota Angin semakin tinggi. Selama Juni ini, sudah ada delapan kasus kebakaran yang ditangani Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk. Dari jumlah tersebut, si jago merah telah melahap lima bangunan rumah dan tiga kandang.

Peristiwa yang menggemparkan warga terjadi pada Selasa (20/6) lalu. Saat itu, warga Desa Kenep, Kecamatan Loceret dibuat heboh oleh kobaran api yang melahap kandang sapi milik Paidi. Sebelum kebakaran, pria 61 tahun itu sempat menyalakan diang untuk mengusir serangga pada hewan.

Nahas, api dari diang itu memercik ke jerami yang menyebabkan kobaran semakin besar. “Beruntung tidak ada korban jiwa," kata Sujito, Kepala Dinas Damkarmat Nganjuk. Kejadian itu membuat warga kalang kabut karena lokasinya kandang berada di kawasan permukiman padat penduduk.

Warga yang cepat dan sigap patut mendapat apresiasi. Selain berupaya memadamkan sendiri apinya, mereka juga menghubungi petugas damkarmat. Sujito mengatakan, kejadian kebakaran ini semakin meningkat pada Juni ini.

Baca Juga: Tujuh Desa di Kabupaten Nganjuk Rawan Kesulitan Air Bersih, Mana Saja?

Kasus kebakaran yang menggegerkan warga juga terjadi di Dusun Ngrombot, Desa Selorejo, Kecamatan Bagor pada Rabu (14/6) satu minggu sebelumnya. "Api membakar rumah milik Pak Yadiran. Lokasi rumah berdekatan dengan kandang sapi," katanya.

Api dari obat nyamuk bakar itu menghanguskan isi rumah korban dan sebagian kandang sapi miliknya. Data dari Damkarmat Kabupaten Nganjuk menyebutkan, rumah Yadiran tersebut merupakan rumah keempat yang terbakar selama Juni ini.

Jito mengatakan ada tiga bangunan rumah lain yang terbakar. Yakni di Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro; Desa Tanjung, Kecamatan Loceret; dan Desa Pandean, Kecamatan Lengkong. "Yang paling parah kebakaran di Bagor (Ngrombot), karena bangunan tak bersisa. Sedangkan dari ketiga lainnya, menghanguskan sebagian bangunan saja," kata Jito.

Total kerugian dari bangunan yang terbakar selama Juni juga hampir mencapai Rp 200 juta. Mantan Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk itu mengatakan, memasuki musim kemarau seperti ini, masyarakat diminta lebih waspada.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kebakaran kandang #kebakaran #kebakaran rumah #kabupaten nganjuk