Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Aktivitas Remaja Masjid Nurul Huda Tanjunganom Memakmurkan Masjid

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 19 Juni 2023 | 21:27 WIB
(Foto: Iqbal Syahroni?JPRK)
(Foto: Iqbal Syahroni?JPRK)
Remaja Masjid (Remas) Nurul Huda Tanjunganom ini punya terobosan hebat. Untuk memakmurkan tempat ibadah, mereka mengelola kantin dan buka usaha kuliner di area masjid. Usaha yang dimulai ketika peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) itu bisa menjadi pemasukan untuk masjid dan menambah uang saku bagi anggota remas.  

“Kami buka (kantin, Red) dari pukul 10.00,” kata Ahmad Muzaki, pengurus foodcourt Masjid Nurul Huda. Lelaki yang juga sebagai anggota Remas Nurul Huda Tanjunganom itu mengatakan, seluruh makanan yang disajikan sudah dimasak sejak pagi. Tidak hanya menyajikan nasi beserta lauk pauknya, pria yang kerap disapa Zaki itu juga menyediakan berbagai makanan ringan hingga aneka minuman.

Pelanggan utama di kantin yang dikelola remas itu adalah jemaah masjid. Setiap Jumat, jumlah pelanggan yang datang ke kantin remas itu lebih ramai dari hari biasanya. Anak-anak remas yang menjaga kantin cukup cekatan melayani para pembeli yang mampir di kantin mereka. Ada yang pesan makan dan tidak sedikit yang memesan kopi.

Photo
Photo
(Foto: Iqbal Syahroni?JPRK)

Bagi Zaki, berjualan kuliner di kantin masjid menjadi upaya dia dan teman-temannya bisa memberi kontribusi untuk masjid yang sudah menerimanya sejak kecil. “Kebanyakan anggota remas di sini sudah dari kecil berada di lingkungan masjid (Nurul Huda),” kata Zaki. Mereka sangat beruntung bisa ikut serta menghidupkan masjid.

Bahkan mereka juga tidak mengira usulan pembangunan kantin bisa terealisasi. Sebelumya, Zaki mengatakan pembangunan kantin itu tidak masuk dalam rencana program mereka. Karena niatnya untuk membantu memakmurkan masjid warga di sekitar lingkungan masjid maka usulan pembangunan kantin itu bisa terwujud.

“Uang dari penjualan untuk memakmurkan masjid,” katanya. Zaki dan teman-temannya tetap diberi upah secukupnya karena sudah menjaga dan memasak serta membuatkan minuman untuk para pelanggannya. Upah kerja para anggota remas yang berjaga di kantin itu diberikan secara profesional oleh pengurus masjid. Hal itu sebagai upaya untuk mewujudkan ekonomi mandiri.

Keberadaan kantin ini bisa ikut memberdayakan ekonomi masyarakat di sekitar masjid. Sebab, semua bahan yang dipakai untuk memasak dibeli dari warga yang ada di sekitar masjid. Sementara itu, Takmir Masjid Nurul Huda Tanjunganom Syamsudin Al-Aly mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan positif yang dilakukan remas Nurul Huda tersebut. “Anak-anak jadi belajar banyak hal. Mereka bisa berdaya dari kantin tersebut,” ujarnya.

Aly juga memberi dukungan untuk anggota Remas Nurul Huda Tanjunganom. Hal itu disebabkan karena kegiatan tersebut dianggap bisa memberdayakan ekonomi anggota remas sekaligus masyarakat yang tinggal di sekitar masjid.

Omzet Sehari Bisa Sampai Rp 700 Ribu
Usaha yang dimulai dari nol itu banyak mendidik anak-anak muda Remas Nurul Huda Tanjunganom untuk berinovasi. Yang semula ribet harus mengolah sendiri adonan pentol, kini diganti dengan frozen food. Cara itu dianggap lebih praktis dan tidak memakan waktu lama.

Photo
Photo
(Foto: Iqbal Syahroni?JPRK)

Dengan konsep baru itu, mereka bisa lebih banyak berkreasi. Menu-menu yang disajikan sekarang lebih bervariatif. Untuk mendapatkan hasil masakan yang enak, Remas Nurul Huda Tanjunganom itu juga menggaet warga di sekitar masjid untuk bekerja sebagai chef. Tugasnya, memasak makanan jika ada yang pesan penyetan seperti lele goreng, ayam goreng, dan telur goreng.

Mereka merekrut tenaga baru karena tidak ingin mengulangi kegagalan sebelumnya. "Dulu awal-awal juga sempat masak nasi sampai mblenyek. Tapi sekarang sudah tidak ada,” kata Firli Eka, anggota Remas Nurul Huda Tanjunganom. Pemuda 23 tahun itu mengaku, selama memberdayakan kantin masjid lewat kuliner, mereka semua tidak pernah berhenti untuk belajar. Selalu saja ada ide baru untuk dikembangkan.

Hingga saat ini, mereka punya delapan menu andalan khusus pelajar. Lalu belasan hidangan lainnya. Adapun aneka minuman, sudah ada 16 menu yang siap disajikan. Tidak menutup kemungkinan, menu-menu itu akan terus bertambah menyesuaikan dengan situasi di sana.

Photo
Photo
(Foto: Iqbal Syahroni?JPRK)

Khadziq Dimyati, pengurus kantin mengatakan, dalam sehari jumlah pelanggan yang berbelanja di kantin mereka mencapai 20-50 orang. Dalam sehari, omzet dari penjualannya bisa mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu. "Kalau di atas Rp 700 ribu pernah. Waktu bulan puasa," ujar Khadziq usai salat Jumat (16/6).

Lelaki yang mengenakan koko putih itu menceritakan, pengunjung mengalami peningkatan hingga 20-30 persen saat Ramadan lalu. Pembeli yang datang ke kantin mereka bisa sampai 80 orang. Saat itu, banyak yang datang dari luar kota. "Kami sediakan takjil juga. Tapi saat itu banyak yang beli makan. Alhamdulillah," kenangnya.

Karena sekarang sudah tambah satu pekerja, tugas Firli dan Habib selaku Remas Nurul Huda Tanjunganom hanya untuk meracik minuman. Selain itu, mereka juga yang bertugas untuk mengantar dan bersih-bersih kantin setiap hari.

Dengan cara kerja seperti itu, anggota Remas Nurul Huda itu layak bila diberi honor lebih dari Rp 1 juta setiap bulan. Selaras dengan nasihat dari Takmir Masjid Nurul Huda Tanjunganom M. Syamsudin Al Aly, keberadaan kantin tersebut harus membawa manfaat bagi masyarakat di sekitar.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#remaja masjid #berita viral #berita terbaru #berita hari ini #radar nganjuk