Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ternyata Cuma Segini Upah Pitil Satu Kilogram Bawang Merah Di Nganjuk

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 19 Juni 2023 | 21:12 WIB
(Foto: Oktavia Rahajeng)
(Foto: Oktavia Rahajeng)
Tukang pitil brambang harus cepat. Tidak boleh santai. Karena upah mereka bukan harian. Juga tidak borongan. Namun, berapa kilogram brambang yang berhasil dipitil. Semakin banyak brambang yang dipitil maka upahnya akan banyak dan sebaliknya.

Tukang pitil brambang harus cepat. Tidak boleh santai. Karena upah mereka bukan harian. Juga tidak borongan. Namun, berapa kilogram brambang yang berhasil dipitil. Semakin banyak brambang yang dipitil maka upahnya akan banyak dan sebaliknya.

Sebagai tengkulak, wanita kelahiran tahun 1971 itu memiliki sebuah gudang yang digunakan untuk pitil brambang. Gudang tersebut berada di Dusun Templek, Kelurahan/Kecamatan Sukomoro. Biasanya, Lilik mendatangkan sebanyak 8 ton bawang merah dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) jika Sukomoro tidak panen brambang.


Kemudian, setelah stok bawang merah itu datang, keesokan harinya akan langsung dipitil. Kegiatan pitil biasa dimulai pukul 07.00 WIB. ”Ada 50 lebih tukang pitil yang datang. Upah mereka Rp 600 per kilogramnya,” terang ibu dua anak itu kepada wartawan koran ini. Sebanyak 8 ton bawang merah itu harus selesai dipitil dalam waktu 10 sampai 11 jam.

Jam kerja tukang pitil itu biasanya selesai sampai pukul 17.00 WIB atau 18.00 WIB. Tergantung seberapa banyak stok bawang merah, dan jumlah tukang pitil itu sendiri. ”Memang harus selesai hari ini. Karena pitil di tengkulak seperti ini tidak bisa dilanjutkan besok. Hasil pitil sudah harus selesai agar bisa segera dijual ke pasar,” sambung Siti Mutikah, 45, salah satu tukang pitil asal Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro.


Dalam waktu 10 jam, dia pernah berhasil pitil brambang sebanyak 1,5 kuintal. ”Dibayar Rp 90 ribu,” akunya. Meski begitu, jika dikerjakan setiap hari dalam satu bulan, pendapatan tukang pitil bisa mengalahkan upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Nganjuk yang hanya Rp 2,1 juta per bulan. Mereka juga mengaku bahwa kegiatan pitil selalu berpindah tempat. ”Kami selalu berbagi informasi di mana ada pitil, maka kami langsung datang. Maka dari itu yang datang untuk pitil bisa dari luar kecamatan,” terangnya.


Jasa pitil bisa dikerjakan oleh pria maupun wanita. Meski demikian, menjadi tukang pitil butuh perjuangan keras. Karena durasi pitil yang lama, mereka harus duduk dalam waktu yang lama pula. Sehingga, sering sakit pinggang, kesemutan di kaki, dan telapak tangan l menjadi kasar karena selalu berperang dengan pisau dan bawang merah. Meski begitu, mereka senang melakukan kegiatan tersebut. ”Untuk tambah-tambah pemasukan dan punya banyak kenalan ibu-ibu dari daerah lain,” ucap Siti dengan tersenyum.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#petani #brambang nganjuk #berita terbaru #petani brambang #radar nganjuk