“Grandong dan ulat tentara itu yang paling berbahaya bagi tanaman brambang,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo melalui Kabid Perizinan Usaha Pertanian Agus Sulistiyono kemarin. Grandong ini adalah sebutan petani brambang di Nganjuk. Nama ilmiahnya adalah Liriomyza atau lalat penggorok daun. Jika daun brambang diserang grandong maka akan muncul bintik-bintik putih akibat tusukan ovipositor. Kemudian, muncul liang korokan larva yang berkelok-kelok. Serangan berat dapat mengakibatkan hampir seluruh helaian daun penuh dengan kotoran. Daun menjadi kering dan berwarna cokelat seperti terbakar. Puncaknya, tanaman brambang akan mati.
Selain grandong, hama yang tidak kalah menakutkan adalah ulat tentara. Disebut ulat tentara karena warnanya mirip seragam tentara. Yaitu, loreng hijau. Nama ilmiah untuk hama ini adalah Spodoptera exigua. Biasa disebut ulat bawang. Ini merupakan hama utama yang umum merusak tanaman bawang merah. Serangan hama ini dapat menyebabkan penurunan produksi bawang merah atau kehilangan hasil yang tidak sedikit jika tidak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian . Agar pengendalian hama ulat bawang dapat dilakukan secara tepat, maka harus dikenali terlebih dahulu morfologi/bioekologi, gejala serangan, tanaman inang, dan cara pengendaliannya. “Ulat tentara ini menyerang daun yang masih muda maupun yang sudah tua,” ujar Agus.
Akibat serangan tersebut daun brambang terlihat menerawang tembus cahaya atau terlihat bercak-bercak putih, akhirnya daun menjadi terkulai. Setelah isi daun habis, ulat segera menyebar dan jika populasi besar, ulat juga memakan umbi. “Kemarau ini membuat organisme pengganggu tumbuhan (OPT) seperti ulat tentara dan serangga banyak menyerang brambang,” ujarnya.
Kemarin, petani brambang di Sukomoro pun sudah merasakan serangan ulat tentara atau yang juga dikenal sebagai ulat grayak. Ulat tersebut menyerang tanaman brambang petani. “Kami harus menyemprot brambang dengan pestisida agar ulat tentara atau ulat grayak mati dan tidak menyerang lagi,” ungkap Adi Winata, 40, petani brambang asal Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro.
Penyemprotan pestisida ke tanaman brambang dilakukan saat usia tanaman menginjak 10 hari, 20 hari, dan 35 hari. Karena saat itulah, masa-masa rawan bagi tanaman brambang. “Ulat tentara pasti akan menyerang brambang. Jadi, kami harus waspada,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah