Setelah pelantikan, Dokter Haryono-panggilan akrab dr Suharyono mengatakan, jabatan Direktur RSD Kertosono ini adalah amanah yang harus dijalankan sebaik mungkin. Dia berjanji akan bekerja maksimal. “Program yang baik di RSD Kertosono akan kami lanjutkan. Sedangkan, program yang belum berjalan akan kami jalankan,” ungkapnya.
Bagi Haryono, saat ini tantangan yang dihadapi RSD Kertosono sangat besar. Di era digitalisasi, dia harus bisa membuat pelayanan di rumah sakit milik Pemkab Nganjuk ini semakin baik. “Butuh dukungan semua pihak. Tidak bisa jika saya kerja sendirian,” ujarnya.
Haryono mengatakan, dia harus segera beradaptasi menjadi direktur RSD Kertosono. Beruntung, selama ini, dokter berkacamata ini mengabdi di RSD Kertosono. Luar dan dalam RSD Kertosono, dia sudah mengetahui. Sehingga, dia yakin tidak butuh waktu terlalu lama untuk adaptasi.
Selain pengisian jabatan di Direktur RSD Kertosono, di RSD Nganjuk juga ada pengisian wakil direktur (wadir).
Anang Agus Susilo yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) dilantik menjadi Wakil Direktur RSD Nganjuk.
Terpisah, Bupati Marhaen Djumadi mengatakan, mutasi ini bukan hal yang buruk. Justru, mutasi tersebut sebagai cara untuk memperkuat formasi di Pemkab Nganjuk. “Tujuannya jelas, untuk memperkuat OPD-OPD yang mungkin selama ini masih kurang,” ujarnya.
Kang Marhaen mengatakan untuk para pejabat dengan jabatan baru, di dinas yang baru harus segera beradaptasi. Sementara untuk pejabat yang dipindah ke fungsi lain namun di dinas yang sama, diminta juga harus segera meningkatkan kinerja mereka, termasuk Direktur RSD Kertosono.
Untuk diketahui, pelantikan dimulai sekitar pukul 15.30 WIB. Ada 90 pejabat eselon III dan IV. Mulai dari lurah, kepala seksi (kasi), kepala bidang (kabid), camat, hingga jabatan fungsional. Editor : Anwar Bahar Basalamah