Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Sulitnya Cari Buruh Tandur saat Musim Tanam Brambang di Nganjuk

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 31 Mei 2023 | 20:47 WIB
(Foto: Oktavia Rahajeng)
(Foto: Oktavia Rahajeng)
Petani brambang di Sukomoro harus kerja keras saat ini. Mereka harus memanen brambang di sawah. Kemudian, mereka harus mencari tengkulak yang berani membeli brambang dengan harga tinggi. Selain itu, petani harus berebut mencari buruh tandur benih brambang untuk memulai musim tanam.

"Harus indent (memesan, Red) dulu minimal lima hari sebelum hari tanam untuk tukang tanam brambang," ujar Edi Suwandi, 47, salah satu petani asal Desa/Kecamatan Sukomoro.  Buruh tanam brambang di Sukomoro disebut sebagai tenaga icir di sana. Mayoritas adalah ibu-ibu. Sistem kerjanya adalah borongan.

“Satu orang itu upahnya Rp 40 ribu sehari,” ungkap Edi. Sehari di sini bukan 24 jam. Namun, mulai pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB. Biasanya mereka akan bekerja berkelompok. Satu kelompok diisi delapan orang. Karena hitungan mereka adalah 100 Ru harus dikerjakan minimal delapan orang dalam empat jam. Total pengeluaran untuk tanam brambang saja sehari sudah mencapai Rp 320 ribu. Angka tersebut belum termasuk makan dan minum. Karena petani harus menyediakan sarapan dan minum kepada buruh tandur.

Meski upah yang diberikan tergolong besar tetapi tidak semua warga Sukomoro bersedia menjadi buruh tandur. Rata-rata buruh tandur brambang adalah ibu rumah tangga (IRT). Ini yang membuat dari hari ke hari, jumlah tenaga buruh tandur semakin sedikit. “Jarang ada yang mau jadi tukang icir,” ujar bapak dua anak ini.

Sementara itu, Rusiem, 55, buruh tandur asal Sukomoro mengatakan, pekerjaan tanam brambang itu bukan hal yang mudah. Karena meski terlihat ringan tetapi sebenarnya berat. Kaki buruh tandur masuk ke tanah liat di kalenan. Dalamnya sekitar 20 sentimeter. Sehingga, saat dibuat berjalan butuh tenaga ekstra. Belum lagi, mereka harus menunduk untuk menanam brambang. “Kaki, tangan, dan punggung pegal-pegal jika tidak terbiasa,” ujarnya.

Disamping itu, buruh tandur brambang juga dikejar waktu. Mereka harus menanam brambang maksimal pukul 09.00 WIB. Ini agar brambang bisa tumbuh. Jika terlalu siang, brambang akan layu dan mati. “Upah Rp 40 ribu itu sudah pasaran bagi tukang icir brambang,” ujar perempuan yang mengaku menjadi buruh tandur brambang sekitar 10 tahun ini.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#petani brambang nganjuk #berita viral #berita hari ini #brambang #radar nganjuk