Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Produksi Brambang Nganjuk Memang Nomor Dua, tapi Kualitasnya...

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 23 Mei 2023 | 20:50 WIB
(Foto: Iqbal Syahroni)
(Foto: Iqbal Syahroni)
Kabupaten Nganjuk dikenal sebagai penghasil brambang. Tak tanggung-tanggung, Kota Angin tercatat sebagai penghasil brambang nomor dua nasional. Kabupaten Nganjuk hanya kalah dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Istimewanya, meski berada di urutan kedua tetapi secara kualitas, brambang Nganjuk menduduki urutan pertama.  Untuk itu, wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk akan menampilkan seluk-beluk brambang dengan berbagai dinamikanya.

“Brebes itu kakak tertua Kabupaten Nganjuk. Mereka menang start,” ujar Akad, Ketua Asosiasi Bawang Merah Jawa Timur. Selain start lebih dulu, Brebes juga memiliki lahan brambang lebih luas dibandingkan Kota Angin. Tercatat di Brebes, lahan pertanian brambang mencapai 30 ribu hektare. Sedangkan, Kabupaten Nganjuk hanya sekitar 14 ribu hektare hingga 17 ribu hektare.

Meski luas lahan di Nganjuk kalah jauh dibandingkan Brebes tetapi secara produksi tidak terpaut jauh. Ini karena satu hektare lahan di Nganjuk bisa menghasilkan hingga 20 ton brambang.  Jauh berada di atas Brebes yang satu hektarenya hanya bisa memproduksi 14 ton saja. “Tingginya jumlah produksi itu membuat bawang merah Nganjuk lebih unggul,” tandas Akad.

Jika lahan brambang di Nganjuk ditambah atau menyamai lahan brambang di Brebes maka otomatis, Kota Angin akan menjadi penghasil brambang nomor satu di Indonesia. Sehingga, sang adik akan bisa mengalahkan kakak tertuanya.

Selain produksi bawang merah yang tinggi, ukuran brambang di Nganjuk lebih kecil. Ukuran brambang  hanya 2,5 sentimeter saja. Sedangkan di Brebes, ukuran brambang rata-rata mencapai 3 sentimeter. Akad menjelaskan, penyebab umbi yang lebih kecil disebabkan karena jarak tanam yang rapat.

Di petani Nganjuk, rata-rata jarak tanamnya hanya sepuluh sentimeter. Harusnya bisa lebih renggang. Seperti di Brebes, jarak tanamnya mencapai 15 sentimeter. “Jarak 15 cm itu jarak yang ideal untuk tanaman bawang merah. Petani Nganjuk perlu edukasi terkait dengan jarak tanam itu,” ujarnya.

Selain mengedukasi petani untuk jarak tanam, Ketua Asosiasi Bawang Merah Jawa Timur itu juga punya pekerjaan rumah yaitu menambah luasan wilayah tanam. Dia optimistis brambang Nganjuk bisa mengungguli Brebes.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo melalui Kabid  dan Perizinan Usaha Pertanian Agus Sulistyono mengatakan, di tahun 2022, produksi brambang Nganjuk mencapai 193.998,1 ton. Brambang tersebut dihasilkan hampir seluruh kecamatan di Kota Angin. Namun, untuk penghasil terbanyak tetap dipegang lima kecamatan. “Rejoso, Gondang, Bagor, Wilangan, dan Sukomoro tetap menjadi lima penghasil brambang terbesar di Nganjuk,” ujarnya.

Rinciannya, kata Agus Kecamatan Rejoso menghasilkan 644.110 ton brambang. Kecamatan Gondang  berada di posisi kedua dengan 603.810 ton. Lalu, Kecamatan Bagor dengan 421.153 ton brambang. Kemudian, di posisi keempat diduduki Kecamatan  Wilangan dengan 103.065 ton. Lalu, posisi kelima adalah Kecamatan  Sukomoro dengan 76,515 ton.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita viral #brambang nganjuk #berita terbaru #harga bawang merah #radar nganjuk