Gatot merupakan seorang pengusaha minyak dan gas. Dia kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (DPC HIswana Migas) Kediri. Dia juga tergabung dalam organisasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
Kepada wartawan koran ini tadi malam, Gatot mengatakan, jika pesawat yang parkir di halaman rumah itu bukanlah pesawat asli. Tidak bisa terbang.
“Hanya miniatur,” kata Gatot singkat.
Sayang, Gatot tidak menjelaskan secara rinci terkait pesawat dan tujuan membuat miniatur tersebut. Dia beralasan jika sambungan telepon sedang bermasalah. "Suaranya putus-putus," katanya.
Sayang, saat dihubungi lagi, telepon wartawan koran ini tidak diangkat. Pesan singkat yang dikirim wartawan koran ini juga tidak dibalas hingga pukul 20.00 WIB.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan wartawan koran ini pembuatan pesawat di rumah Gatot ini berlangsung dalam waktu yang lama. Lebih dari dua tahun. Selama pengerjaan, pagar rumah ditutupi dengan seng. Sehingga, tidak terlihat dengan jelas. Kemudian, setelah jadi, pesawat baru bisa dilihat lebih jelas karena seng penutup pagar dilepas. Pesawat tersebut berada di atas kolam yang ada bunga teratai.
Camat Kertosono M. Nurul Huda mengaku tidak mengetahui alasan pemilik rumah membuat pesawat di depan rumahnya. Apakah hanya sebagai hiasan atau sebagai sarana edukasi kepada anak-anak. "Yang jelas pesawat itu sepertinya tidak bisa terbang," ujarnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah