Kejadian berawal dari Siran, 45, warga Desa Nglundo, yang kaget ketika melihat ular berwarna cokelat itu melintas di pekarangan rumahnya. Karena tidak bisa menangkapnya sendirian, ia meminta tolong tetangganya untuk menangkap ular tersebut.
Warga berbondong ke perkarangan rumah Siran untuk menangkap ular tersebut. Beruntung saat itu, ular sama sekali tidak melakukan perlawanan. Reptile itu berhasil diamankan warga. Pagi itu sekitar pukul 04.00, warga meminta bantuan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).
Anggota BPBD kemudian meneruskan laporan warga itu ke dinas pemadam kebakaran dan keselamatan (Damkarmat) agar bisa membawa ular sanca tersebut ke tempat aman. “Saat kami terima laporan, ular itu memang sempat diamankan warga lalu dimasukkan ke dalam kandang ayam kosong,” ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Sujito
Petugas baru tiba di lokasi pukul 09.00. Saat itu, warga menjaga iular itu agar tidak kabur lagi. Dari keterangan warga, ular tersebut sudah dua kali ditangkap. “Ternyata ularnya sempat kabur,” ujar Sujito. Untuk mengurangi resiko bahaya ular menyerang ternak warga. Karena sudah di kendang, evakuasi berjalan lancar.
Petugas lalu memasukkan ular Pythonidae ke dalam karung. Beruntung, selama bereliaran di kampung tidak ada yang menjadi korban ular sanca tersebut. Saat ini, petugas masih mencaritahu dari mana ular tersebut berasal.
Jito menambahkan, meski tidak memiliki racun, warga harus tetap berhati-hati dengan ular sanca. Apalagi sampai berkeliaran di sekitar rumah.
Untuk diketahui, selain mengevakuasi ular sanca, tim Damkarmat juga melakukan evakuasi sarang tawon vespa affinis. Lokasinya berada di rumah Bambang, 71, di Desa Waung, Kecamatan Baron.
“Semua laporan warga (terkait tawon dan reptile, Red) pasti akan kami tindaklanjuti. Kami juga mengimbau warga harus lebih berhati-hati lagi,” pungkas Jito Damkar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah