Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Awalnya, Sepri mengemudi truk boks bermuatan ratusan dus susu bubuk melaju dari arah timur. Saat di tikungan, tiba-tiba truk tidak bisa berbelok. Otomatis, Sepri panik. “Saya banting ke kanan agar tidak masuk sungai. Tapi, jadinya terguling,” ungkap Sepri.
Bruakkk.... Truk boks pun terguling. Kaca depan pecah. Sepri dan Galvin Pranata, 22, kernet mengalami luka-luka. Beruntung, lukanya tidak parah. Hanya luka ringan. Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan. Kejadian itu pun dilaporkan ke polisi.
Beberapa menit kemudian, petugas datang. Agar tidak terjadi kemacetan, petugas standby di sana mengatur arus lalu lintas (lalin). Kendaraan harus bergantian melintas karena separo jalan tertutup bodi truk boks yang terguling.
Menurut Sepri, dia sebenarnya, tidak mengebut atau mengantuk. Dia juga kaget karena tiba-tiba setir tidak bisa digunakan belok. Padahal, jalan menikung. “Kecepatan saya hanya 35 kilometer per jam,” katanya.
Sementara itu, Sudarsono, 34, warga setempat mengatakan, di tikungan tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Sejak H-1 Lebaran hingga kemarin, sudah ada enam kali kecelakaan di sana. “Ada yang sepeda motor dan mobil yang mengalami kecelakaan,” ujarnya.
Terpisah, Kanit Laka Satlantas Polres Nganjuk Ipda Ajeng Ayu mengatakan, petugas sudah menangani kecelakaan tunggal tersebut. Truk boks telah dievakuasi. “Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah