Dalam sambutannya Bupati Marhaen mengapresiasi Festival Al Banjari Nurul Huda. Apalagi sebanyak 45 regu dari berbagai penjuru Jawa Timur tampil. Acara ini telah memasuki tahun kedua.
Kang Marhaen menyebut, pihaknya akan selalu mendukung perkembangan Masjid Besar Nurul Huda Tanjunganom. Tahun ini, Pemkab Nganjuk akan menambah dana pembangunan di sana. Jumlahnya mencapai Rp 2,3 miliar. “Pesan saya pembangunan harus sesuai agar hasilnya maksimal,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Besar Nurul Huda Tanjunganom KH Syamsuddin Al Aly mengatakan, pihaknya ingin mewadahi berbagai aspek di masjid yang berlokasi di Kelurahan Warujayeng itu. Misalnya aspek budaya, ekonomi, hingga wisata. “Aspek-aspek tersebut kami singkat dengan IDWES, yaitu Ibadah, Dakwah, Wisata religi, Ekonomi kerakyatan, dan Sosial kemasyarakatan,” terangnya.
Untuk itu, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fattah, Dusun Pule, Kelurahan/Kecamatan Tanjunganom ini berharap, mendapat dukungan dari berbagai pihak. , keberadaan masjid besar tersebut dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. “Insya Allah keberadaan Masjid Besar Nurul Huda ini membawa berkah,” lanjutnya.
Pada babak final tersebut, juara Festival Al Banjari mendapat hadiah tropi dan uang pembinaan. Peserta tampil memukau. Sehingga, dewan juri harus bekerja keras untuk menentukan juaranya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah