Sekolah yang berada di Jalan Barito, Kelurahan Mangundikaran itu kini punya 159 kuota untuk jalur zonasi. Jumlah tersebut sudah ditambah dengan 10 kuota dari jalur perpindahan tugas orang tua. “Pembagian kuotanya, P1 sebanyak 130 dan P2 hanya 29,” kata Operator PPDB SMPN 7 Nganjuk Susanto.
Di hari kedua pembukaan PPDB, jumlah calon siswa yang mendaftar belum melampaui kuota yang disiapkan. Hingga pukul 14.20 Jumat siang kemarin, jumlah yang sudah mendaftar ada 99 peserta. Rinciannya, P1 ada 86 pendaftar dan P2 hanya 11 pendaftar. Masih kurang 60 siswa lagi untuk mencukupi kuota.
Karena pendaftaran masih berlangsung panjang hingga Jumat (28/4) nanti, dia optimistis jumlah peserta bisa memenuhi kuota yang sudah dietapkan. Sejauh ini, proses pendaftaran masih berjalan lancar. Servernya tidak pernah error.
“Walau pendaftarannya online, masih ada peserta yang datang ke sekolah karena masalah jaringan di rumah mereka. Bagi yang datang ke sekolah tetap kami bantu,” terang guru yang mengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Dari 75 pendaftar, hanya ada dua peserta yang harus melakukan perbaikan data. Perbaikannya disebabkan karena titik koordinatnya tidak sesuai. Susanto mengimbau setiap peserta harus mengunggah titik koordinat dengan tepat dan detail. Sehingga dokumennya bisa diverifikasi tanpa perbaikan.
Sementara itu, dinas pendidikan mencatat, jumlah pendaftar sudah ada 4.065 calon hingga pukul 14.20, kemarin. Mereka tersebar di seluruh SMP negeri di Kota Angin. “Rata-rata pagu sekolah sebanyak 288 siswa. Dari jumlah itu 50 persennya adalah kuota untuk jalur zonasi,” Hadi Sukamto, Ketua Panitia PPDB 2023 Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.
Pantauan koran ini, penambahan kuota jalur zonasi tidak hanya terjadi di SMPN 7 Nganjuk saja. Masih banyak sekolah yang kuota dari jalur perpindahan orang tua yang kosong. Seperti di SMP N 2 Sawahan, SMPN 2 Wilangan, hingga SMPN 1 Sukomro, kuota perpindahan orang tuanya kosong.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah