Setelah kuliah selama empat tahun, Siswo akhirnya berhasil meraih gelar sarjana hukum (SH). Saat itu, usianya sudah 54 tahun. “Pendidikan itu sangat penting,” ujar Siswo.
Sebenarnya, dia sempat mengenyam bangku kuliah pada tahun 1988. Sayang, kondisi ekonomi keluarganya sedang sulit. Padahal, Siswo adalah anak ke-11 dari 13 bersaudara. Sehingga, mau tidak mau Siswo akhirnya memutuskan untuk drop out (DO). “Saya tidak mau membebani orang tua,” ujarnya.
Karena tidak kuliah, Siswo memutuskan bekerja. Dia merantau ke Jakarta dan Surabaya pada tahun 1990-1995. Siswo bekerja sebagai teknis mesin dan rakit borongan.
Kemudian, Siswo pulang kampung pada 1997. Dia memulai usaha. “Saya menjadi pedagang beras dan jagung,” ujar kades kelahiran tahun 1964 ini.
Usaha yang dirintis Siswo itu terus berkembang. Hingga pada tahun 2000, Siswo berhasil mendirikan usaha penggilingan padi. Lalu, pada 2007, Siswo membuka usaha giling sekam. Kedua usaha ini masih berdiri sampai sekarang. “Hasil dari usaha itu saya buat untuk kuliah,” imbuhnya.
Sukses di bidang wirausaha membuat Siswo akhirnya didukung warga menjadi Kepala Desa Ngadirejo. Pada tahun 2019, Siswo macung. Hasilnya, Siswo terpilih menjadi kades. Jabatan kades ini dianggap Siswo sebagai amanah. Dia pun bekerja keras untuk mengembangkan desanya. “Dengan menjadi kades saya bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah