“Bagi-bagi takjil rutin kami lakukan setiap Bulan Suci Ramadan,” ujar Iman Sujono, Koordinator Takjil Masjid Agung Baitussalam. Tradisi bagi-bagi takjil ini membuat masjid di depan Alun-Alun Nganjuk dan Kantor Pemkab Nganjuk ini menjadi jujugan warga menjelang waktu berbuka puasa.
Menurut Iman, meski telah lama bagi-bagi takjil tetapi dulu tidak dilaksanakan setiap hari. Ini karena saat itu, takjil yang tersedia tidak setiap hari dan jumlahnya tidak banyak. Namun, sekitar lima tahun terakhir ini, bagi-bagi takjil di Masjid Agung Baitussalam bisa dilaksanakan rutin. Karena orang yang menyumbangkan takjil untuk dibagikan ke masyarakat semakin banyak. Mereka adalah warga sekitar Nganjuk. “Sekarang rata-rata 300-500 takjil yang kami bagikan setiap hari,” ujarnya.
Yang menarik, takjil itu tidak hanya berasal dari takmir masjid dan warga setempat. Namun, pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-Alun Nganjuk juga memberikan takjil. Karena itu, takjil yang disediakan di Masjid Agung Baitussalam bermacam-macam. “Tidak ada batasan minimal dan maksimal untuk yang menyumbang takjil,” ujar Iman.
Untuk pembagian takjil, Iman mengatakan, semua orang bisa mendapatkan. Mulai dari tukang becak, gelandangan, hingga warga yang melintas. Karena takjil itu bertujuan meringankan beban warga dan untuk berbuka puasa.
Sementara itu, Sujatmiko, 31, warga Sukomoro mengaku senang mendapatkan takjil di Masjid Baitussalam. Karena dengan demikian, dia tidak perlu bingung mencari warung untuk sekadar berbuka puasa. “Sekalian salat Magrib di Masjid Baitussalam juga,” ujarnya.
Sujatmiko mengatakan, untuk mendapatkan takjil di Masjid Baitussalam, sangat mudah. Tidak ada antrean panjang atau rebutan. Semua akan kebagian. Karena takjil yang disediakan sangat banyak. “Ada ratusan takjil,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah