Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Air Terjun Sedudo Ditutup

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 20 Februari 2023 | 23:23 WIB
TUTUP SEMENTARA: Petugas BPBD bersama Disporabudpar Kabupaten Nganjuk melakukan asesmen bersama di kawasan wisata Air Tejun Sedudo. (Foto: BPBD Kabupaten Nganjuk untuk JP Radar Nganjuk)
TUTUP SEMENTARA: Petugas BPBD bersama Disporabudpar Kabupaten Nganjuk melakukan asesmen bersama di kawasan wisata Air Tejun Sedudo. (Foto: BPBD Kabupaten Nganjuk untuk JP Radar Nganjuk)
SAWAHAN, JP Radar Nganjuk- Kawasan Air Terjun Sedudo di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan ditutup mulai kemarin. Penutupan ini dilakukan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk. Namun, penutupan ini bersifat sementara. Hanya seminggu.

“Rencananya Senin (27/2) Air Terjun Sedudo akan dibuka kembali untuk kunjungan wisata,” ujar Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih kemarin.

Penutupan ini dilakukan sebagai tindak lanjut Agus Setyawan, 49, pengunjung yang tewas tertimpa pohon saat mandi di Air Terjun Sedudo pada Selasa (14/2). Handariningsih akhirnya memutuskan untuk menutup kawasan wisata ini untuk dilakukan pembenahan secara menyeluruh.

Tidak hanya itu, disporabudpar juga meminta petugas yang ada di lapangan untuk melakukan pengawasan dan monitoring di sana. Selama masa penutupan sementara ini, disporabudpar akan melakukan evaluasi. “Kami juga masih berduka atas musibah di Sedudo,” ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Bu Han tersebut mengaku bahwa penutupan dilakukan setelah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait. Salah satunya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk. Setelah dilakukan asesmen bersama, akhirnya keputusan penutupan  diambil.

Meski ditutup untuk pengunjung, kawasan wisata ini masih terbuka bagi petugas di lapangan. Mereka tetap melakukan pembersihan dan perawatan secara reguler di sana. “Tim kami tetap bekerja seperti biasanya. Hanya untuk kunjungan wisata ditutup dulu,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kejadian mengenaskan itu terjadi pada Selasa (14/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Agus mandi bersama empat orang pengunjung lain. Selain Agus, ada dua lelaki dan satu perempuan. Saat bercanda dan bermain air di bawah guyuran air Terjun Sedudo, tiba-tiba pohon beserta tanah terjatuh. Tak ayal, reruntuhan itu menimpa warga Kabupaten Sumenep tersebut.

Agus yang terkena paling telak. Hingga dia mengalami luka parah. Mengetahui hal itu, tiga orang segera memberikan pertolongan. Agus dilarikan ke Puskesmas Sawahan. Sayang, saat perjalanan, Agus mengembuskan napas terakhirnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid mengatakan,  timnya telah melakukan asesmen di Sedudo. Hanya saja, Wakid menyerahkan semua keputusan kepada disporabudpar. "Untuk penutupan sementara itu kewenangan disporabudpar,” ungkapnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #berita viral #berita terbaru #berita hari ini #radar nganjuk