Alunan musik klasik terdengar merdu di sebuah sanggar yoga yang berada di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Nganjuk. Suaranya mendayu-dayu. Membuat setiap yang mendengarnya menjadi rileks. Terutama bagi sebelas perempuan yang tengah berada di matras.
Gerakan tubuh mereka sangat tenang. Duduk bersila dengan telapak tangan menempel sejajar dada. Sedang posisi punggungnya tegak. Sesekali mereka menarik nafas dalam. Lalu, dihembuskan perlahan. Selang beberapa menit, posisinya berubah. Mengikuti arahan Elly Faidah, sang instruktur.
Gerakan demi gerakan dilakukan dalam kondisi yang sangat tenang. Hampir tanpa mengeluarkan suara. Kecuali arahan dari Elly. Sekitar satu jam mereka serius mengikuti instruksi yang diberikan perempuan asal Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro itu. “Kami melakukan gerakan-gerakan yoga. Ini bagus untuk kesehatan tubuh dan mental,” ujar Elly. Meski tidak seperti olahraga lainnya, namun Elly dan para peserta nampak kelelahan. Keringat mengucur deras dari setiap peserta.
Menurutnya, sanggar yoga tersebut sudah berdiri sejak setahun yang lalu. Awalnya, mereka hanya sekadar ingin menyalurkan hobi. Selang waktu berjalan, kegiatan tersebut jadi rutin dilakukan. Setidaknya setiap tiga kali dalam seminggu. “Biasanya kami latihan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB,” terang Elly.
Tubuh ideal dan bugar adalah tujuan utama mereka gemar berlatih yoga. Pasalnya, olahraga ini diyakini mampu membakar ratusan kalori dalam satu jam latihan. Dengan catatan, harus dilakukan dengan benar dan bersungguh-sungguh. Sesuai dengan instruksi yang diberikan.
Selain badan menjadi bugar, Elly mengatakan bahwa yoga mampu menjernihkan pikiran dan menenangkan mental. Itu juga alasannya selalu diperdengarkan alunan musik klasik. Tidak hanya untuk membuat peserta rileks. Tetapi peserta juga diminta untuk semakin mengenali diri masing-masing.
Dengan begitu, setiap permasalahan yang tengah dihadapi mampu diurai satu per satu. Sehingga, solusi bisa ditemukan. “Efeknya jadi lebih kalem. Tidak mudah emosi atau marah,” tandas Elly.
Hal senada disampaikan oleh Tutik Setyowati, salah satu peserta di sanggar yoga tersebut. Dia mengaku senang dengan kegiatan yang dilakukannya tersebut. Dia mengaku ada perubahan di dalam dirinya selama aktif mengikuti kelas yoga. “Rasanya jadi lebih tenang,” pungkas perempuan 31 tahun itu.
Tidak ada usia untuk mendalami olahraga yoga. Pasalnya, aktivitas ini bisa dilakukan oleh semua usia. Baik yang masih remaja, dewasa, hingga lansia. Yoga menjadi pilihan tepat untuk menjadi sehat tanpa harus terbelunggu umur.
Seperti yang dilakukan oleh Nyaminah, 54, salah satu member aktif di sanggar yoga tersebut. Dia mengaku jatuh cinta dengan olahraga ini lantaran pernah memiliki masalah pada fisiknya. Yakni pengeroposan pada kedua lututnya.
Oleh karena itu, Nyaminah tidak bisa olahraga dengan intensitas tinggi. Hampir setiap digunakan bergerak, kedua lututnya selalu terasa ngilu. Bahkan dia harus kontrol ke dokter setiap bulannya. Namun, setelah mendalami yoga, keluhan pada lututnya menjadi berkurang.
Bahkan, kini dirinya bisa melakukan gerakan-gerakan yang tergolong sulit dalam yoga. “Lutut kaki saya jadi bisa ditarik atau ditekuk-tekuk. Sudah tidak sakit lagi,” ungkap nenek dua cucu tersebut.
Menurut Elly, apa yang dialami oleh Nyaminah merupakan salah satu manfaat dari olahraga yoga. Pasalnya, banyak gerakan yoga yang membutuhkan peregangan otot secara maksimal. “Jika dilakukan dengan benar. Pengeroposan tulang seperti itu dapat berkurang,” tutupnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah