‘Thek...Ethek…Ethek…Ethek…Ethek…. Suara Lato-Lato terdengar bersahut-sahutan. Suaranya mengalahkan suara MC. Karena anak yang berlomba di babak penyisihan ‘Jawa Pos Radar Nganjuk Mencari Lord Lato-Lato’ mencapai puluhan orang. Mereka berlomba untuk memperebutkan 20 besar yang akan tampil di grand final pada Minggu (5/2). Gerhana adalah salah satu peserta.
Dengan memakai kaus berwarna biru dengan nomor peserta 35, anak Taman Kanak-Kanak (TK) Khadijah V Nganjuk itu sangat fokus berlomba lato-lato. Dia sangat enjoy bermain ethek-ethek. Berbagai challenge atau tantangan dari juri berhasil dilewati.
Hingga sekitar 30 menit bermain, lato-lato yang dimainkan Gerhana tidak juga mati. Sehingga, dia akhirnya berhasil lolos ke babak grand final. “Senang sekali bisa lolos ke grand final,” ujar Gerhana saat ditemui wartawan Koran ini di rumahnya kemarin.
Di halaman rumahnya, Gerhana bermain lato-lato bersama teman-temannya. “Ini lagi latihan untuk babak final,” ujar anak pertama dari dua bersaudara pasangan Agus Priyanto dan Dina Mayasari.
Yang menarik, Gerhana tidak hanya berlatih durasi agar bisa bermain lato-lato dalam waktu yang lama. Namun, dia juga berlatih nada dengan lato-lato. ‘Thek... Ethek... Thek... Ethek...Thek..Ethek....Ethek...Ethek...’. “Ini lato-lato Tepuk Pramuka,” ujarnya.
Mahirnya Gerhana bermain lato-lato ini dilakukan secara otodidak. Tidak ada guru yang mengajarinya secara langsung. Dia hanya melihat tutorial bermain lato-lato dari YouTube. Saat Dina, ibunya memberinya lato-lato, Gerhana langsung mencoba bermain. Ternyata, dia menguasai. “Lato-lato yang saya berikan itu adalah dagangan saya di Pasar Bagor,” ujar Dina.
Sebenarnya, Dina tidak menduga jika anaknya mahir bermain lato-lato. Karena awalnya, dia hanya ingin memberi mainan yang lagi ngetren ini. Dia ingin anaknya tidak kecanduan gadget. Karena dengan main lato-lato, Gerhana bisa bermain dengan teman sebayanya. “Ternyata anak saya bisa main lato-lato,” ujarnya.
Agar bakat dan mental anak terasah, Dina memutuskan mendaftarkan Gerhana di Jawa Pos Radar Nganjuk Mencari Lord Lato-Lato. Ternyata, kemampuan Gerhana tak bisa dipandang sebelah mata. Dia berhasil menyisihkan puluhan peserta yang usianya jauh di atasnya. “Senang dan bangga sekali,” ujarnya.
Keberhasilan Gerhana menembus babak grand final ini menjadi bukti jika usia tidak menentukan menang atau tidaknya lomba lato-lato. Peserta yang usianya lebih tua ternyata kalah dengan yang masih anak-anak. Karena itu, panitia Jawa Pos Radar Nganjuk Mencari Lord Lato-Lato tidak membatasi usia peserta. “Semua boleh ikut. Asalkan Warga Negara Indonesia (WNI),” sambung Andhika Attar, ketua panitia.
Untuk babak penyisihan di Berbek akan dilaksanakan pada Minggu (15/1). Para Lord Lato-Lato di wilayah Berbek dan sekitarnya bisa segera mendaftar. Untuk juara pertama, akan mendapat hadiah Rp 1 juta dan piala. Sedangkan untuk juara kedua diraih Rp 500 ribu dan piala. Sementara, juara ketiga mendapat hadiah Rp 250 ribu dan piala. “Segera daftar jika ingin menjadi Lord Lato-Lato,” ujarnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah