Di depan mapolsek, mereka menuntut Polsek Kertosono mengusut tuntas dan menangkap pelaku pembacokan yang dialami warga IKSPI Kera Sakti di wilayah hukum Polsek Kertosono. Karena ada tiga warga IKSPI Kera Sakti menjadi korban pembacokan di Dusun Mbote, Desa Kalianyar, Kecamatan Kertosono pada Jumat dinihari (13/1). "Tangkap pelaku pembacokan saudara kami," teriak Jodi Satrio, salah satu korlap saat berorasi.
Setelah berorasi sekitar 10 menit di depan Mapolsek Kertosono, Wakapolres Nganjuk Kompol M. Asrori Khadafi yang datang langsung ke Polsek Kertosono segera menemui massa di tengah Jalan Raya Kertosono-Nganjuk. Khadafi meminta massa untuk tidak terpancing emosi dengan peristiwa pembacokan itu. "Percayakan kepada kami. Kami sudah memeriksa saksi-saksi dan bukti-bukti," tandasnya.
Khadafi mengatakan, polisi tidak gegabah dalam menangkap orang. Karena polisi tidak ingin salah tangkap. Karena itu, sebelum menangkap tersangka pelaku pembacokan warga IKSPI Kera Sakti, polisi harus mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti. "Kami akan mengusut tuntas kasus ini," tandasnya.
Setelah berdialog dengan Khadafi, massa bisa menerima. Mereka akhirnya bersedia membubarkan diri dengan tertib.
Namun demikian, aksi yang berlangsung selama sekitar satu jam itu membuat jalur nasional macet total. Karena massa memblokade jalan. Agar pengguna jalan yang mau ke Surabaya tetap bisa melintas, polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas. Pengguna jalan dari arah barat dialihkan lewat Desa Kepuh menuju Desa Tembarak. Kemudian, masuk ke Perempatan Kertosono. Sedangkan, pengguna jalan dari arah timur dialihkan ke Desa Tembarak dan Desa Pelem.
Ditemui setelah aksi,
Humas IKSPI Kera Sakti Kabupaten Nganjuk Jodi Satrio mengatakan, aksi tersebut sebagai upaya menuntut keadilan. Karena
tiga warga IKSPI Kera Sakti dibacok dan harus dirawat di rumah sakit. Luka yang dialami juga serius. "Kami yang datang ini tidak hanya dari Nganjuk. Tetapi juga dari Kediri, Madiun, Jombang, dan Lamongan," tandasnya.
Jordi meminta polisi segera menangkap pelaku. Kemudian, mengungkap identitasnya. Sehingga, jelas apa motif pelaku membacok warga IKSPI Kera Sakti. "Secepatnya harus ditangkap," tandasnya.
Menurut Jodi, pembacokan warga IKSPI Kera Sakti sangat meresahkan. Tidak hanya bagi warga IKSPI Kera Sakti. Namun, juga bagi masyarakat. Karena sampai kemarin, pelaku pembacokan belum tertangkap. Sehingga, ada kemungkinan pelaku mengulangi perbuatannya. "Harus segera ditangkap dan dijatuhi hukuman yang setimpal," pungkasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah