Menurut Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto, pertama kali yang mengetahui Sugianto meninggal dunia adalah Harsono, 53, warga setempat. Ia berkunjung ke sana untuk membeli sepeda motor. Namun, showroom dalam kondisi kosong. Tidak ada karyawan yang berjaga. Kemudian, Sugianto mencari karyawan. Dia melihat ke arah kamar. Ternyata, Sugianto tergeletak. “Kipas angin masih menyala,” ujarnya.
Saat itu, Harsono menduga, korban tertidur. Namun, dipanggil beberapa kali, dia tidak menjawab. Saksi menjadi curiga. Kemudian, Harsono memberitahu warga sekitar showroom. Saat dicek, ternyata Sugianto sudah meninggal dunia.
Peristiwa itu akhirnya dilaporkan ke Polsek Nganjuk Kota. Beberapa menit kemudian, petugas datang. Kapolsek Nganjuk Kota Kompol Masherly Sutrisno turun langsung. Olah tempat kejadian perkara (TKP) pun dilakukan. Police line dipasang. “Kami mengajak tim medis untuk memeriksa tubuh korban,” ujar Supriyanto.
Berdasarkan pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh Sugianto. Karena itu, polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya. Apakah korban meninggal dunia karena sakit atau sebab lain. Karena saksi-saksi juga tidak mengetahui tentang riwayat sakit korban. “Masih diselidiki,” ujar Supriyanto.
Sementara itu, Lurah Kauman, Nganjuk Agung Efendi mengatakan, peristiwa karyawan 45 Motor meninggal dunia di showroom sudah ditangani Polsek Nganjuk Kota. Karena itu, police line dipasang di showroom. “Semua ditangani polisi,” ujarnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah