Karena sudah terlanjur datang, warga tidak mau pulang dengan kecewa. Mereka mencari jalan pintas untuk masuk bendungan. Hasilnya, mereka menemukan jalan desa yang bisa masuk ke bendungan tersebut. “Sudah lama penasaran dengan Bendungan Semantok. Jadi, ini tadi mengajak keluarga ke sini,” ujar Agus Setiono, 32, warga Desa Musir Lor, Kecamatan Rejoso.
Awalnya, Agus menduga jika Bendungan Semantok sudah dibuka untuk umum. Karena sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi. Apalagi, teman-temannya juga sudah upload foto dan video di status WhatsApp (WA). Sehingga, dia mengajak keluarganya berwisata di Bendungan Semantok. “Karena pintu gerbang ditutup akhirnya nekat lewat jalan desa,” ujarnya.
Jika Agus dan keluarganya nekat menerobos Bendungan Semantok, tidak demikian dengan Aris Wijaya, 20, warga Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang. Aris dan puluhan memilih duduk-duduk dan makan di depan pintu gerbang. Di sana, ada puluhan pedagang kaki lima dan permainan anak-anak. Banyaknya pengunjung membuat PKL di sana juga ikut kebagian rezeki. “Lumayan makanan di sini juga enak dan murah,” ujarnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah