Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat meresmikan bendungan ini kemarin siang. “Bendungan Semantok merupakan salah satu proyek bendungan di Jawa Timur yang mulai dibangun sejak tahun 2017. Dengan nilai investasi mencapai Rp 2,5 triliun,” ujarnya.
Dengan nilai investasi tersebut, Jokowi berharap, bendungan ini juga dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Sehingga, mampu mendongkrak perekonomian warga setempat. Terutama, yang menggantungkan hidupnya di sektor pertanian.
Selain meresmikan Bendungan Semantok, Jokowi juga melakukan penanaman pohon di sana. Namun yang ditanam bukan tanaman biasa. Namun, pohon kurma. Yang sering dijumpai di Arab Saudi.
Terkait pemilihan pohon kurma yang ditanam Jokowi di Semantok, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memiliki alasannya. “Kalau menanam pohon rambutan atau mangga sudah biasa. Kami pilih kurma agar tidak sama dengan lainnya,” ujarnya kemarin siang.
Kang Marhaen dan Direktur Utama PT Brantas Abipraya Sugeng Rochadi mendampingi langsung Jokowi menanam pohon kurma. Menurut Kang Marhaen, pohon kurma yang ditanam Jokowi tersebut akan menjadi embrio. Karena dia ingin mengembangkan kurma di Kabupaten Nganjuk. Sehingga, Nganjuk akan menjadi produsen kurma. “Cuaca di Nganjuk ini cocok untuk tanaman kurma,” ujarnya.
Apalagi, melihat kondisi Semantok. Politisi PDI Perjuangan tersebut optimistis, kurma akan tumbuh subur dan berbuah. “Kalau nanti sukses, kami akan kembangkan lagi kurma di wilayah Nganjuk yang lain. Semoga penanaman kurma oleh Pak Presiden ini menjadi langkah positif ke depannya,” ungkapnya. (tar/ik4/tyo) Editor : Anwar Bahar Basalamah