Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Judi Bola di Kota Angin saat Piala Dunia

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 28 November 2022 | 22:04 WIB
EMAM PIALA DUNIA: Pertandingan sepak bola di Piala Dunia 2022 dijadikan pejudi sebagai sarana berjudi. Pejudi yang tertangkap akan dipenjara. (Foto: Karen Wibi)
EMAM PIALA DUNIA: Pertandingan sepak bola di Piala Dunia 2022 dijadikan pejudi sebagai sarana berjudi. Pejudi yang tertangkap akan dipenjara. (Foto: Karen Wibi)
Demam Piala Dunia mewabah di Kota Angin. Sayang, di balik kemeriahan momen terakbar di penjuru dunia itu ada oknum-oknum yang memanfaatkan sebagai ajang judi.

"Qatar vs Ekuador nanti malam, jago siapa?" tanya Ad, 29, warga Kecamatan Ngronggot. Pertanyaan tersebut langsung dijawab De, 28, warga Sukomoro. "Biar enak, taruhane nasi pecel iya," tantangnya.

Menurut De, nonton bola tanpa ada taruhan rasanya hambar. Karena tidak ada degdegan. "Biar ada semangatnya taruhan itu," katanya.

Meski sudah masuk kategori judi tetapi Ad dan De menolak disebut berjudi bola. Alasannya, taruhan hanya berupa mentraktir nasi pecel. Dia menganggap jika taruhan itu hanya untuk penyemangat nonton bola."Taruhannya tipis-tipis kok," dalihnya.

Jika Ad dan De mengaku judi bola hanya sekadar iseng, tidak demikian dengan Ba, warga Patianrowo, dia mengaku menggunakan momen Piala Dunia 2022 sebagai ajang untuk berjudi. Karena saat ini masih babak penyisihan maka sistem taruhan yang digunakan adalah menggunakan sistem vor. Tim unggulan akan memberikan voor kepada lawannya. Voor pun berbeda. Ada yang 1/2, 1, dan seterusnya. Sehingga, jika hasil pertandingan seri atau draw maka pejudi yang memilih tim bawah atau yang mendapat voor akan menang. Namun, jika tim unggulan yang memberikan voor mencetak gol banyak maka pejudi tersebut akan menang. "Kalau skornya 2-0 dan pejudi berani voor 1/2, 1, dan 1 1/5 maka dia yang menang," terangnya.

Khusus di Piala Dunia yang digelar di Qatar ini, Pi mengaku lebih suka memilih tim underdog dan mendapat voor. Karena dia yakin tim underdog akan membuat kejutan. Contohnya, Arab Saudi yang mengalahkan Argentina dan Jepang melumat Jerman.
Pi mengatakan, untuk taruhan judi bola itu mulai dari uang ratusan ribu hingga mobil. Semua dilakukan dengan harapan bisa mendapatkan kemenangan.

Lebih jauh, Pi mengatakan, judi bola tidak melulu menggunakan mekanisme voor yang didapatkan dari bandar. Ada pula permainan judi bola yang dikenal luas dengan istilah parlay. Cara mainnya dengan membeli kupon beberapa pertandingan langsung. Pilihannya cuma menang atau seri. Tidak perlu menyertakan tebakan skor pertandingannya. “Nanti yang paling banyak tebakan benar itu yang menang,” ujarnya.

Menurut Pi, permainan jenis ini biasa dimainkan di kampung atau kelompok warga. Nominal pembelian kupon beragam. Tergantung bandar yang mengadakan parlay. “Kecil kok. Ada yang jual Rp 5 ribu-10 ribu per kupon,” ungkapnya.

Lalu, ada pula model undian. Judi bola jenis ini cukup unik. Biasanya dilakukan di tingkat pertemanan atau kelompok kecil saja. Para pemain tidak bisa memilih tim jagoan. Melainkan hanya pasrah dari hasil undian saja. Kalau ternyata nanti tim hasil undian tersebut lolos grup atau menjadi juara, Ia akan mendapatkan uang taruhannya.
“Biasanya mainnya di level grup. Kalau nggak ya sekalian undian yang jadi juara piala dunia,” ungkap Pi. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #nganjuk lagi #taruhan piala dunia #berita viral #berita terbaru #nganjuk news #kabar nganjuk #berita nganjuk #seputar nganjuk #berita viral nganjuk #info nganjuk #piala dunia #nganjuk #berita seputar nganjuk #berita nganjuk terkini #pildun #berita nganjuk terbaru