Ornamen sayap tersebut tersebut bakal memiliki warna hijau. Sayap tersebut ada di kedua kaki gapura. Di sebelah utara dan selatan. Tak hanya itu, sayap ini juga akan terlihat dari sisi timur maupun barat. “Jadi totalnya ada empat ornamen sayap nantinya. Sesuai dengan desain yang telah disepakati,” imbuh pria yang akrab disapa Bayu tersebut.
Selain sayap di kedua sisinya, masih ada beberapa ornamen pemanis lainnya pada gapura tersebut. Seperti halnya ornamen cakra dan tombak yang melambangkan Kota Angin dahulu kala. Tak ketinggalan, ada bentuk mahkota pada gapura tersebut.
Menurut Bayu, ornamen mahkota tersebut diadopsi dari Masjid Kanjeng Djimat yang ada di Berbek. Diambilnya simbol tersebut tak lain karena nilai sejarah yang begitu lekat bagi warga Nganjuk pada umumnya. Terutama, bagi masyarakat Berbek.
Di kedua kaki gapura nanti bakal dihiasi dengan tatanan batu bata merah. Sesuai dengan zaman kerajaan yang ada di kawasan Jawa Timur. “Kalau dicermati, nanti di gapura juga akan ada ornamen siluet bawang merah. Kami banyak mengadopsi kearifan lokal di Nganjuk,” sambungnya.
Tak hanya itu, Bayu mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan taman di sekitar gapura. Taman tersebut juga akan dilengkapi dengan beberapa tanaman dan bunga. Bahkan, pihaknya juga akan menyediakan beberapa tempat duduk untuk masyarakat yang ingin menikmati keindahan gapura tersebut. “Rencananya ada enam tempat duduk di sana. Tiga di sisi selatan, tiga lagi di utara. Nanti juga akan didukung dengan permainan lampu-lampu yang akan semakin mempercantik gapura ini,” tandas Bayu.
Sementara itu, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan,gapura ini dibangun sebagai pintu masuk wisata di Kota Angin. Terutama, wisata yang berada di kawasan Selingkar Wilis. Oleh karena itu, gapura ini diberi nama gapura Selingkar Wilis. “Kami semua tahu kalau potensi wisata di Sawahan, Ngetos, dan Berbek sangat tinggi. Untuk itu kita berupaya terus menyiapkan berbagai infrastruktur pendukungnya,” tutur Marhaen saat memberikan sambutan di Balai Desa Kwagean, Kecamatan Loceret pada Selasa (22/11). Editor : Anwar Bahar Basalamah