Takut tersengat tawon itu membuat warga juga tidak berani mengevakuasi sarang tawon. Apalagi, lokasinya juga tidak mudah. Berada di atas rumah. Otomatis, harus naik tangga. Jika tersengat tawon, rawon terjatuh dan terluka.
Akhirnya, warga memutuskan melapor ke damkarmat pada Rabu malam (16/11). Mereka meminta damkarmat mengevakuasi sarang tawon. “Kami segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan warga,” ujar Jito Damkar-panggilan akrab Sujito di damkarmat.
Evakuasi sarang tawon pun dilakukan. Tidak mudah. Apalagi, evakuasi dilakukan pada malam hari. Sekitar pukul 20.00 WIB. Agar tawon tidak menyerang, petugas menyemprotkan insektisida. Kemudian, sarang tawon dievakuasi. “Butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk mengevakuasi sarang tawon,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban luka-luka saat evakuasi sarang tawon. Warga juga tidak sampai tersengat tawon. “Keputusan untuk melapor ke damkarmat itu adalah langkah yang tepat. Karena evakuasi sarang tawon tidak bisa dilakukan sembarangan,” terang Jito Damkar. Editor : Anwar Bahar Basalamah