Pelatihan menjahit dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Nganjuk. Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, tim disnaker mengunjungi tempat pelatihan kemarin. Yang memimpin pemantauan tersebut adalah Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Supiyanto yang diwakili Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Nganjuk Marsini.
Berbagai aspek dipantau. Mulai peralatan yang digunakan, bahan yang dibutuhkan, hingga kondisi dan kemampuan peserta. Semua dipastikan berjalan dengan baik. “Ini untuk menjaga kualitas hasil pelatihan,” ujar Marsini.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Supiyanto mengatakan, disnaker intensif menjalin komunikasi dengan dunia usaha. Khususnya, bagi yang membutuhkan tenaga kerja di bidang jahit. Karena itu, usai pelatihan, pihaknya akan menghubungi perusahaan agar segera menampung dan bekerja di perusahaan tersebut. “Rencananya akan kami salurkan bekerja di PT Kharisma Baru Indonesia,” ujar Supiyanto.
Supiyanto menambahkan, pelatihan berbasis kompetensi adalah upaya mengurangi pengangguran di Kota Angin. Disnaker memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2022 untuk menggelar pelatihan tersebut. “Semoga angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk turun,” harapnya.
Untuk diketahui, pelatihan menjahit di BLK Kabupaten Nganjuk berlangsung sejak Kamis (10/11). Rencananya, pelatihan akan berakhir pada Jumat (18/11). Artinya, peserta akan mengikuti pelatihan selama sepuluh hari. Adapun pesertanya berjumlah 20 orang. Mereka berasal dari berbagai penjuru Kota Angin. Editor : Anwar Bahar Basalamah