Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pakai DBHCHT, Disnaker Nganjuk Cetak Penjahit

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 17 November 2022 | 18:06 WIB
CETAK PENJAHIT: Tim Disnaker Nganjuk memantau pelaksanaan pelatihan menjahit di BLK. (Foto: Syahrul Andry)
CETAK PENJAHIT: Tim Disnaker Nganjuk memantau pelaksanaan pelatihan menjahit di BLK. (Foto: Syahrul Andry)
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk terus menggelar pelatihan di akhir tahun ini. Salah satunya adalah pelatihan menjahit. Tidak sekadar melatih tetapi disnaker juga akan mencarikan pekerjaan setelah peserta selesai mengikuti pelatihan. Karena pelatihan tersebut berbasis kompetensi. Artinya sesuai kebutuhan dunia kerja.

Pelatihan menjahit dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Nganjuk. Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, tim disnaker mengunjungi tempat pelatihan kemarin. Yang memimpin pemantauan tersebut adalah Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Supiyanto yang diwakili Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Nganjuk Marsini.

Berbagai aspek dipantau. Mulai peralatan yang digunakan, bahan yang dibutuhkan, hingga kondisi dan kemampuan peserta. Semua dipastikan berjalan dengan baik. “Ini untuk menjaga kualitas hasil pelatihan,” ujar Marsini.

Photo
Photo
TEKUN: Peserta pelatihan praktik menjahit. Mereka bisa langsung kerja di perusahaan setelah lulus. (Foto: Syahrul Andry)

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Supiyanto mengatakan, disnaker intensif menjalin komunikasi dengan dunia usaha. Khususnya, bagi yang membutuhkan tenaga kerja di bidang jahit. Karena itu, usai pelatihan, pihaknya akan menghubungi perusahaan agar segera menampung dan bekerja di perusahaan tersebut. “Rencananya akan kami salurkan bekerja di PT Kharisma Baru Indonesia,” ujar Supiyanto.

Photo
Photo
KURANGI PENGANGGURAN: Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Nganjuk Marsini beri motivasi. (Foto: Syahrul Andry)

Supiyanto menambahkan, pelatihan berbasis kompetensi adalah upaya mengurangi pengangguran di Kota Angin. Disnaker memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2022 untuk menggelar pelatihan tersebut. “Semoga angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk turun,” harapnya.

Untuk diketahui, pelatihan menjahit di BLK Kabupaten Nganjuk berlangsung sejak Kamis (10/11). Rencananya, pelatihan akan berakhir pada Jumat (18/11). Artinya, peserta akan mengikuti pelatihan selama sepuluh hari. Adapun pesertanya berjumlah 20 orang. Mereka berasal dari berbagai penjuru Kota Angin. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pelatihan menjahit #disnaker #dbhcht #disnaker nganjuk