Huda mengaku antusias dengan rencana pembangunan Tugu Pecel tersebut. Karena tugu itu jadi ikon Kecamatan Kertosono. Apalagi, Kertosono terkenal dengan kuliner nasi pecel. Mulai dari pecel legendaris hingga pecel malam hari.
Untuk lokasi Tugu Pecel, Huda mengatakan, perempatan Jalan Surabaya sangat strategis. Karena jalan tersebut dulunya memiliki nilai historis yang tinggi. "Pertimbangan letak di tempat tersebut juga untuk mendukung konsep Taman Brantas," sambungnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk Marianto mengatakan, selain Tugu Pecel, pemkab juga akan membangun tujuh tugu lainnya. Lokasinya ada di Kecamatan Tanjunganom, Rejoso, dan Pace. Untuk desain tugu, tidak akan sama di setiap kecamatan. Menyesuaikan dengan ikon atau produk andalan masing-masing kecamatan. “Desainnya kami serahkan masing-masing kecamatan,” ujarnya.
Terkait anggaran pembangunan tugu, Marianto mengatakan, anggaran berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk tahun 2022. Setiap tugu dialokasikan anggaran sekitar Rp 50 juta-Rp 60 juta. Karena di bawah Rp 200 juta maka tidak dilakukan lelang. Hanya penunjukan langsung (PL).
Pembangunan proyek tugu tersebut sendiri ditarget selesai akhir tahun ini. Meski tinggal menyisakan waktu satu bulan lebih tetapi DPRD optimistis bisa selesai tepat waktu.
Pembangunan tugu-tugu di Kabupaten Nganjuk itu karena Marianto untuk mempercantik kota. Selain itu, tugu tersebut sebagai identitas atau ikon daerah masing-masing, seperti Tugu Brambang, Tugu Air Mancur, Tugu Adipura, dan Tugu Bambu. Editor : Anwar Bahar Basalamah