Peresmian sentra batik dan ecoprint ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita di gapura Dusun Bulu. Yang memukul gong dan nenggunting pita adalah Plt Bupati Marhaen Djumadi didampingi oleh Kepala Dinkop UM Kabupaten Nganjuk Cuk Widiyanto.
Dalam sambutannya, Kang Marhaen-panggilan akrab Marhaen Djumadi mengatakan, peresmian sentra batik dan ecoprint itu adalah wujud hadirnya negara bagi warganya. Yaitu dengan mewujudkan sentra batik dan ecoprint yang bisa menjadi ikon dan kebanggaan Kota Angin. “Batik tidak hanya warisan budaya. Namun bisa juga menjadi kebanggaan. Semoga sentra batik dan ecoprint di sini bisa berkembang dan ikut mengharumkan Nganjuk,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinkop UM Kabupaten Nganjuk Cuk Widiyanto menambahkan, usai diresmikan, sentra batik dan ecoprint tersebut akan membina 90 orang warga setempat. Mereka akan mendapat bantuan berupa alat membatik, seperti canting dan malam. Kemudian, puluhan warga itu akan diberi pelatihan membatik. Yang mengajari adalah Yayuk Sri Rahayu. Wanita berjilbab tersebut adalah pemilik Griya Batik Sri Rahayu sekaligus warga setempat yang juga peraih juara dua UMKM Berprestasi Kategori Kriya tingkat Jatim 2022.
“Semoga ilmu yang ditularkan itu bisa bermanfaat bagi masyarakat dan Dusun Bulu bisa dikenal dengan batik dan ecoprint. Terima kasih juga kepada STIE Nganjuk yang ikut mendukung kegiatan ini,” ujarnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah