Batu nisan di TMP Yudha Pralaya Nganjuk berjajar rapi. Di batu nisan itu tertulis nama pahlawan, pangkat, kesatuannya, dan tanggal atau tahun meninggal dunia. Namun demikian, ada puluhan batu nisan yang tidak ada nama, pangkat dan kesatuannya. Hanya tertulis ‘Tidak Dikenal’ dan tahun meninggal dunia. “Itu pahlawan yang tidak diketahui identitasnya saat meninggal karena perang,” ujar Khoirul Anam, 30, penjaga TMP Yudha Pralaya Nganjuk kemarin.
Di TMP Yudha Pralaya Nganjuk, ada puluhan batu nisan dari pahlawan tidak dikenal tersebut. Rata-rata mereka gugur saat perang tahun 1949. Mereka gugur saat terjadi Agresi Militer Belanda. Mereka bertempur di Kota Angin melawan penjajah. Sehingga, akhirnya dimakamkan di TMP Yudha Pralaya Nganjuk. “Ada 75 pahlawan tidak dikenal yang dimakamkan di TMP ini,” ujar Khoirul.
Karena tidak dikenal, jarang ada orang yang nyekar. Ini berbeda dengan pahlawan-pahlawan yang dimakamkan di TMP yang identitasnya ada. Karena masih ada keluarga yang nyekar saat menjelang Bulan Suci Ramadan atau menjelang Hari Raya.
Khoirul mengatakan, untuk tabur bunga di TMP Yudha Pralaya Nganjuk itu dalam setahun ada dua. Yaitu, saat Hari Pahlawan yang jatuh hari ini. Kemudian, saat Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. “Besok (hari ini, red) pasti ada acara tabur bunga di sini,” ungkap Khoirul. Editor : Anwar Bahar Basalamah