Proyek itu masuk dalam kegiatan pembangunan dan pemeliharaan fasilitas umun (fasum). Fokusnya adalah pekerjaan penataan persimpangan. Proyek ini sendiri dikerjakan oleh CV Kanaya. Targetnya, akhir tahun sudah harus selesai dikerjakan.
Proyek ini tidak dilakukan dengan lelang. Melainkan dengan penunjukan langsung (PL). Karena nilai kontrak proyek ini kurang dari Rp 200 juta. Proyek penataan persimpangan ini memakan anggaran sebesar Rp 191,8 juta.
Evi menjelaskan, proyek Tugu Air Mancur ini untuk mempercantik kota. Menurutnya, pembangunan tugu ini sama dengan Tugu Brambang. Yaitu, mendukung Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN). Harapannya, warga luar kota akan berbondong-bondong ke Kota Angin. “Nanti Tugu Air Mancur akan dihias dengan lighting agar cantik saat malam hari,” imbuh Evi kepada koran ini.
Karena saat ini masih dalam proses pembangunan, Evi meminta masyarakat berhati-hati saat melintas di persimpangan tersebut. Banyak pekerja yang tengah beraktivitas di sana. Tak hanya itu saja, material proyek juga menumpuk. Apalagi, arus lalu lintas di sana tergolong padat.
Sementara itu, Sahrul, 29, warga Loceret mengaku penasaran dengan pembangunan tugu di pertigaan Tanjung. Karena dia membaca berita di media massa jika itu nanti akan dijadikan air mancur. “Seperti apa bentuknya iya?” tanyanya.
Sahrul berharap, Tugu Air Mancur benar-benar indah. Jangan sampai pembangunan tersebut sia-sia. Karena desain dengan kenyataannya tidak sesuai. “Harus bagus karena lokasinya strategis,” tandasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah