Sebagai kepala Smada, Rita mengaku banyak mendapatkan ide-ide cemerlang saat berdiskusi dengan Edy. Karena pria berkacamata tersebut selalu memiliki ide untuk kemajuan pendidikan. ”Pak Edy itu memberikan ide-ide berdasarkan pengalaman pribadi yang disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.
Selain itu, kepala sekolah berhijab ini menilai, Edy adalah sosok kacabdindik yang sabar. Dia mampu mengendalikan emosi dengan baik. Edy juga menjadi penyemangat bagi rekan kerjanya. ”Beliau orang yang sabar,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Ketua MKKS SMKN Heru Hertanto. Menurut Heru, Edy adalah sosok bapak yang baik bagi guru-guru dan kepala sekolah SMK/SMA di Kabupaten Nganjuk. ”Pak Edy itu komunikatif dengan warga sekolah,” pujinya.
Kepala SMKN 1 Nganjuk ini mengatakan, Edy juga sebagai motivator jempolan. Ini yang membuat semua orang yang bekerja sama dengan Edy selalu bersemangat. ”Selamat menikmati masa purnabakti bersama keluarga tercinta Pak Edy,” ujarnya.
Terpisah, Edy mengaku tidak akan bisa melupakan Kabupaten Nganjuk. Karena Kota Angin adalah tempat paling lama dia bertugas selama ini. Dia di Nganjuk selama tiga tahun 10 bulan. ”Hampir empat tahun saya di Nganjuk. Jadi, sudah hafal karakteristik pendidikan di sini,” ujarnya.
Edy juga mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan doa kepada semua pihak yang telah membantunya selama bertugas di Nganjuk. Setelah pensiun, Edy akan tetap berkecimpung di dunia pendidikan. Dosen dan guru SMK di Tuban jadi pilihannya. ”Terima kasih banyak Kabupaten Nganjuk,” ujarnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah