Saat ini, Tugu Brambang masih ada yang kurang. Belum terpasang lighting yang menunjang keindahan tugu tersebut saat malam hari. Karena rencananya, tugu itu sebagai simbol bahwa Kabupaten Nganjuk adalah sentra penghasil brambang terbesar nomor dua di Indonesia. Kota Angin hanya kalah dari Brebes, Jawa Tengah.
Agar Tugu Brambang tampak indah, Evi mengatakan, akan ada taman di sekitarnya. Ini untuk menunjang keindahan Tugu Brambang. Karena jika tidak ada taman, tugu itu akan terlihat gersang. Kurang segar. Jadi, butuh tanaman untuk membuat Tugu Brambang menjadi segar dan hijau.
Untuk diketahui, pembangunan Tugu Brambang ini satu paket dengan Tugu Adipura di pertigaan Jalan Mastrip yang sebelah selatan. Anggaran untuk pengerjaan dua proyek itu sebesar Rp 191 juta. Karena anggaran di bawah Rp 200 juta maka proyek ini tidak dilelang alias penunjukan langsung. Pelaksana proyek ini sendiri adalah CV Kurnia Jaya. “Tugu Brambang ini untuk memperindah kota dan mendukung Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN),” ujar Evi.
Terpisah, Nurhamsyah, 29, warga Sukomoro mengatakan, pemilihan brambang sebagai ikon Kota Angin sudah tepat. Karena Kabupaten Nganjuk terkenal dengan brambang. “Nganjuk itu brambang,” ujarnya.
Namun demikian, Nurhamsyah menganggap jika ukuran brambang di Tugu Brambang kurang besar. Karena jika ukurannya besar maka Tugu Brambang akan menjadi sangat terasa. “Itu brambangnya jika dibuat besar seperti Tugu Jayastamba, pasti akan lebih indah,” ujarnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah