“Lomba Sekolah Bermartabat Pancasila ini berkorelasi positif kepada kami,” ujar Kepala Smada Nganjuk Dr Rita Amalisa. Hal ini karena lomba tersebut menjadikan generasi muda yang Pancasilais. Kemudian, kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Merdeka yang memiliki sub tema pemaksimalan platform Merdeka Belajar. Di mana di dalamnya terdapat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai sub pembelajaran.
Rita menjelaskan, di kehidupan sehari-hari, sekolah yang dia pimpin menerapkan P5. Salah satunya melalui program ‘Smada Resik-Resik’. Di program, seluruh siswa diajak membersihkan sampah pada dua jam terakhir sebelum pulang. Siswa kelas X akan berkeliling mencari sampah plastik agar sekolah tetap bersih. “Setiap hari kita memproduksi sampah. Jadi, harus dibersihkan agar sekolah tetap bersih,” tandasnya.
dan Forkopimda Kabupaten Nganjuk foto bersama siswa di SMAN 2 Nganjuk kemarin. (Foto: Syahrul Andry)
Untuk babak final Lomba Sekolah Bermartabat Pancasila tersebut dibuka langsung Plt Bupati Marhaen Djumadi. Kang Marhaen-sapaan akrab Marhaen Djumadi, datang ke Smada Nganjuk bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk. Adapun lomba tersebut merupakan hasil kolaborasi dari berbagai lintas sektor. Yaitu, pemerintah daerah, Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Nganjuk, dan komisi nasional pendidikan (Komnasdik). Yang menjadi peserta adalah lembaga SMA sederajat di Kota Angin.
Sedangkan, babak penyisihan lomba ini telah terselenggara selama sebulan terakhir. Sebanyak 40 SMA/SMK yang mengikuti lomba itu. Dimulai dengan pengumpulan portofolio. Kemudian, penentuan empat lembaga yang lolos babak final melalui verifikasi dan visitasi faktual. Adapun pada babak final, ada tiga jenis lomba. Yaitu debat kasus, cerdas cermat, dan kreativitas siswa Pancasila. Keempat peserta yang lolos ke babak final adalah SMAN 2 Nganjuk, SMAN 3 Nganjuk, SMAN 1 Tanjunganom, dan SMK Kosgoro. Editor : Anwar Bahar Basalamah