Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gak Gelem Tangi Isuk, Rezeki Dicucuk Pitik

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 13 September 2022 | 20:38 WIB
DOLA PENJUAL MI DAN BAKSO: Penjual mi ayam di Kertosono menggunakan mangkuk Jago sebagai wadah. Mangkuk Jago viral kemarin. (Foto: Andhika Attar)
DOLA PENJUAL MI DAN BAKSO: Penjual mi ayam di Kertosono menggunakan mangkuk Jago sebagai wadah. Mangkuk Jago viral kemarin. (Foto: Andhika Attar)
Bangun pagi menjadi persoalan yang dihadapi orang tua saat ini. Hampir setiap hari, orang tua harus membangunkan anaknya untuk bangun pagi. Padahal, bangun pagi adalah awal dari kesuksesan seseorang.

“Ayo bangun. Wudhu  ndang salat Subuh,” ujar Makti (bukan nama sebenarnya, Red), 38, warga Kecamatan Tanjunganom setiap pagi.  Namun, anak Makti sama sekali tidak menggubris. Dia tetap melanjutkan tidurnya. Beberapa menit kemudian, pintu kamar sang anak digedor. “Ayo bangun,” teriaknya.

Sang anak sebenarnya sudah mendengar teriakan Makti. Namun, dia pura-pura tidak mendengar. Justru, dia memilih masuk ke dalam selimutnya. Melihat hal itu, Makti mulai hilang kesabaran. Dia menarik selimut sang anak. Kemudian, menarik tangannya. “Bangun. Nanti rezekine dicucuk pitik lo,” ujarnya.

Dengan malas, sang anak beranjak dari tempat tidurnya. Dia mengambil air wudhu dan salat Subuh. Kemudian, melanjutkan lagi tidurnya. Sontak, Makti kembali berteriak. “Rezekine dicucuk pitik lo,” ancamnya.

Namun, sang anak tidak menggubris. Dia tetap saja tidur. Menurut Makti, ancaman rezeki dicucuk pitik jika tidak bangun pagi sudah tidak mujarab untuk anak zaman sekarang.  Ini berbeda dengan zamannya. Dia sangat takut sekali jika bangun kalah dengan ayam. “Sekarang membiasakan anak bangun pagi dan tidak tidur lagi itu susah sekali,” keluhnya.

Sementara itu, Sekjen Forum Pimpinan PGRI Kabupaten/Kota (FPPK) Seluruh Indonesia Sujito  mengatakan, mitos jika tidak bangun pagi membuat rezeki akan dipatuk ayam itu memiliki makna yang dalam. Karena ancaman itu sebenarnya untuk membuat kita rajin bangun pagi. Dengan rajin bangun pagi maka kita akan siap menjalani aktivitas hari tersebut. Ini berbeda dengan jika kita kesiangan bangun, semuanya akan dilakukan terburu-buru. Akibatnya, pekerjaan tidak bisa diselesaikan dengan baik. “Kesuksesan itu diawali dengan rajin bangun pagi,” ingatnya.

Karena itu, meski saat ini sudah era globalisasi tetapi orang tua masih mempercayai jika ingin sukses maka harus bangun pagi sebelum ayam jago berkokok. “Mari rajin bangun pagi  maka kita akan meraih kesuksesan,” ujarnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#update nganjuk #berita terkini #nganjuk raya #berita nganjuk hari ini #nganjuk hitz #nganjuk news #seputar berita nganjuk #mangkuk ayam jago #kabar nganjuk #nganjuk kota angin #berita terkini nganjuk #nganjuk hari ini #nganjuk kekinian #radar nganjuk #berita terbrau #info seputar nganjuk #mangkuk viral