“Audzubillah Himinas Syaiton Nirojim. Bismillahirrahmanirrahim,”. Suara merdu Mahrunia Elok Nur Sabrinamm, siswi SDN asal Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro saat membaca Alquran terdengar hingga keluar rumah. Dengan diterangi cahaya lilin karena lampu listrik di rumahnya sedang padam, Sabrina tetap semangat belajar membaca Alquran. “Saya ingin masuk SMPN lewat jalur prestasi BTA (Baca Tulis Alquran),” ujarnya setelah belajar membaca Alquran dengan didampingi ayahnya.
Dengan berprestasi di lomba BTA, Sabrina bisa mendaftar SMPN favorit lewat jalur prestasi. Sehingga, meski rumahnya jauh dari SMPN tersebut tetapi peluangnya diterima akan besar jika memiliki prestasi BTA.
Selain itu, membaca Alquran menjadi rutinitas setelah selesai salat Magrib di rumahnya. Karena itu, Sabrina menganggap hal itu bukan beban. “Saya senang mengaji,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar Hadi Sukamto mengakui jika lomba BTA menjadi salah satu kategori yang bisa digunakan calon siswa baru mendaftar masuk SMPN lewat jalur prestasi. Program BTA dan Bina Iman dari disdik itu dilaksanakan untuk memotivasi siswa SD/sederajat rajin belajar BTA. “Program ini sudah kami terapkan sejak dua tahun lalu,” ujarnya.
Hadi mengatakan, BTA dan Bina Iman ini sebagai upaya disdik membentengi generasi penerus bangsa dari pengaruh negatif era globalisasi. Sehingga, mereka akan memiliki akhlak yang baik. “Prestasi BTA ini sama dengan lomba yang digelar KONI, FLS2N (Festival & Lomba Seni Siswa Nasional) dan KOSN (Kompetisi Olahraga Siswa Nasional),” ujarnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah