Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, ratusan massa tiba di depan kantor Pemkab Nganjuk sekitar pukul 10.50 WIB. Mereka datang ke pemkab dengan mengendarai lima mobil dan ratusan sepeda motor. Selanjutnya, secara bergantian perwakilan aksi langsung berorasi di mobil komando.
Sekitar satu jam menyuarakan aspirasinya, perwakilan pendemo akhirnya ditemui langsung Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan jajaran. Sepuluh orang perwakilan ditemui di ruang rapat Kang Marhaen. Tak sendirian, Kang Marhaen didampingi Kapolres AKBP Boy Jeckson dan Dandim Letkol Inf Tri Joko Purnomo.
Sedangkan, dari pihak perusahaan hanya diwakili Yulian Caesar Putra selaku Manajer HRD PT Gunawan Fajar. “Kami menuntut pimpinan perusahan juga dihadirkan langsung agar mediasi bisa menghasilkan kebijakan yang pasti,” pinta Joko.
Namun, hingga mediasi selesai digelar pimpinan PT Gunawan Fajar tak bisa datang. Oleh karena itu, Marhaen kembali menjanjikan mediasi dengan seluruh pihak terkait pada Senin (29/8). “Senin depan kita akan hadirkan pimpinan perusahaan langsung,” tandas Kang Marhaen.
Politisi dari PDI Perjuangan tersebut mengatakan, pemkab akhirnya mengambil keputusan untuk menutup sementara PT Gunawan Fajar. Hingga tercapai kesepakatan antara pekerja dan perusahaan. “Sementara tidak boleh beroperasi dulu,” tandasnya.
Kang Marhaen memahami betul tuntutan yang dilayangkan oleh para buruh. Karena apa yang diminta pekerja sejatinya merupakan hak-hak yang normatif. Seharusnya pihak perusahaan sudah memenuhi semua hal tersebut. “Kami akan terus mendorong agar perusahaan dapat memenuhi peraturan yang ada,” tandasnya.
Sementara itu, Yulian mengatakan bahwa tuntutan para pekerja akan dibicarakan dengan seluruh manajemen perusahaan. Menurutnya, keputusan terkait nasib ratusan pegawai tersebut akan disampaikan pada Senin (29/8). “Yang masih bisa kita akomodir akan kita komunikasikan dulu. Nanti kami sampaikan semuanya,” pungkasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah