Yang menarik, Ega mengaku jika banyak konsumennya sudah inden sebelum Agustus. Itu dilakukan karena mereka khawatir tidak bisa dandan atau tidak dapat kostum. Padahal, banyak yang belum tahu, putra-putrinya akan tampil sebagai apa.
Karena keterbatasan tenaga dan stok kostum, warga asli Kertosono ini membatasi konsumen. Dia khawatir jika semua diterima maka dandanannya tidak akan maksimal. Karena kualitas diutamakannya. “Sekarang sudah dapat sekitar 30 konsumen,” ujarnya.
Untuk biaya, Ega mengatakan, tarif yang dipatoknya mencapai jutaan rupiah. Jasa make up saja, dia memasang tarif Rp 750 ribu. Itu paling murah. Jika konsumen ingin make up yang lebih glamour maka bisa menembus jutaan rupiah. Sedangkan, untuk sewa kostum, biayanya mulai Rp 700 ribu hingga Rp 2,5 juta. “Kebanyakan kalau di sini, iya make up dan kostumnya jadi satu,” ujarnya.
Bagi Ega, karnaval menjadi panen raya pemilik salon. Di tahun 2019 atau sebelum, pandemi Covid-19, dia berhasil mendapatkan uang dari sewa kostum dan make up sebesar Rp 50 juta. “Mudah-mudahan tahun ini bisa sama atau lebih besar,” harapnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah