Di kerja sama tersebut, atas dasar saling menguntungkan dan ingin memajukan wisata di Kabupaten Nganjuk. Karena itu, pihak pengelola tidak mengambil pendapatan dari tiket masuk. Mereka hanya mengambil uang dari tiket wahana permainan dan sewa stan.
Selain itu, nama TRAL sendiri juga tidak akan hilang. Karena nama TRAL sudah ada di Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Nganjuk No 6/2018 tertanggal 28 November 2018. Perda itu menjadi payung hukum untuk memungut retribusi tiket masuk TRAL yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2019. Harga tiket masuk (HTM) TRAL untuk hari biasa, pengunjung dewasa hanya dikenakan tiket Rp 5.500/orang . Sedangkan, anak-anak lebih murah, yaitu Rp 3.500. Untuk hari libur nasional HTM TRAL untuk dewasa Rp 8.000 dan anak-anak Rp 5 ribu. “Tiket masuk TRAL itu nanti tetap masuk ke pemkab sebagai pendapatan asli daerah (PAD),” tandas Gunawan.
Karena itulah, kabar nama TRAL menjadi The Carnival masih dalam penggodokan. Kabarnya agar tidak menjadi persoalan maka nama TRAL akan tetap dipakai. Sehingga menjadi, The Carnival TRAL. “Yang jelas nama TRAL harus masuk. Jika tidak memakai TRAL maka perdanya harus diubah agar bisa memungut retribusi dari HTM,” ujarnya.
Sementara itu, Rizky Pramudya, Direktur PT Berlian Karya Pramudya mengatakan, pihaknya akan melaunching nama pada saat grand opening di akhir bulan ini. Meski nama The Carnival TRAL menjadi kandidat kuat tetapi dia mengatakan, masih belum fixed 100 persen. Ini dilakukan untuk memberi kejutan kepada warga Kota Angin. “Nanti hari H akan kami sampaikan namanya,” dalihnya.
Rizky mengatakan, konsep carnival diusung di wajah baru TRAL nanti. Karena itu, masyarakat bisa menikmati berbagai wahana yang saat ini sedang dipersiapkan. Yaitu, bianglala, bom-bom car, kora-kora dan kolam renang. Dana yang disiapkan untuk menyulap TRAL yang mengenaskan menjadi menarik bagi wisatawan itu tidak main-main. Rencananya, pengelola menyiapkan anggaran mencapai Rp 6,7 miliar untuk menarik pengunjung. Sehingga, wisatawan akan berbondong-bondong datang. Editor : Anwar Bahar Basalamah