"Sempat kecele bareng ketika ada yang memanggil Pak Sujito saat rapat bareng," ungkap Sujito, Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Nganjuk. Hal itu membuat peserta rapat tertawa. Karena ketiga Sujito hadir di rapat dan menoleh bersamaan. Padahal, saat itu yang dipanggil Plt Bupati Marhaen Djumadi adalah Sujito yang menjabat Kabid Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Nganjuk.
Sejak saat itu, akhirnya terjadi kesepakatan tidak tertulis untuk panggilan Sujito. Pegawai di Pemkab Nganjuk harus memanggil Sujito dengan embel-embel nama OPD di belakangnya. Ini untuk mempermudah Sujito mana yang mau diajak berbicara.
"Sekarang nama kami jadi Jito Satpol, Jito Dishub dan Jito Damkar," ujarnya sambil tersenyum.
Penambahan nama OPD di nama Sujito ini sangat efektif. Ketiga Sujito tidak lagi bingung jika dalam kegiatan harus bertemu. Sehingga, tidak lagi ada yang kecele saat nama Sujito disebut.
Apalagi, dishub, damkarmat dan satpol PP ini adalah OPD yang sering berkolaborasi dalam berbagai kegiatan. Seperti, pengamanan arus mudik dan balik di Exit Tol Begadung serta saat penyekatan hewan ternak saat penyakit mulut dan kuku (PMK) merajalela.
Bagi Jito Dishub, dia bersama Jito Damkar dan Jito Satpol sudah lama mengenal. "Kami itu orang-orang lawas di pemkab. Jadi, sudah saling mengenal lama," ujarnya.
Nama yang sama itu membuat mereka semakin akrab. Karena ketiganya sempat mencari tahu alasan orang tua mereka memberi nama Sujito. Hanya satu suku kata. Sujito.
Menurut Jito Damkar, arti "Su" di nama Sujito adalah sesuatu yang baik. Sedangkan, "Jito" memiliki makna atau doa dari masing-masing orang tua. Ternyata apa yang diutarakan Jito Damkar ini juga diamini oleh Jito Dishub dan Jito Satpol. Mereka sepakat awalan "Su" di nama mereka berarti sesuatu yang baik. Karena itu, ketiga Sujito ini merasa bersyukur diberi nama Sujito oleh orang tuanya masing-masing.
Selama mengabdi untuk memberi pelayanan terbaik ke masyarakat, ketiga Sujito ini tidak pernah terjadi miskomunikasi atau bertengkar. Mereka mengaku selalu bisa memahami dan bekerja sama dengan baik. Karena itu, ketiganya tidak mempersoalkan harus pindah-pindah OPD selama berkarir di pemkab. "Yang penting kami bekerja maksimal untuk memberi pelayanan terbaik ke masyarakat," sambung Jito Dishub. Editor : Anwar Bahar Basalamah