Ayah satu anak itu mengaku bahwa setiap hari melewati jalur tersebut. Karena dia harus material dan hasil penan dari Bojonegoro ke Nganjuk. “As truk rawan patah jika jalan rusak seperti ini,” ujarnya.
Karena itu, dia dan sopir truk harus berpikir dua kali untuk melewati jalur tersebut. Padahal, kendaraan muatan harus melalui jalur tersebut. “Akhirnya beberapa ya lewat jalur jalur lain,” keluhnya.
Hal senada disampaikan Pandu, 35, salah seorang penjual spare part truk di kawasan Guyangan. Ia mengatakan, banyak truk mengalami kerusakan akibat melintas di jalan yang rusak tersebut.
Selain itu, Pandu mengatakan, kondisi jalan yang aspalnya sudah mengelupas membuat jalan berdebu. Setiap hari, dia harus menyiram jalan. Karena jika dibiarkan debu akan bertebaran ke mana-mana. “Bisa sampai 5-6 kali saya harus siram-siram jalan,” ungkapnya. .
Pandu mengatakan, kerusakan Jalan Guyangan itu karena truk-truk yang melintas membawa muatan yang melebihi kapasitas. “Mudah-mudahan segera diperbaiki jalannya,” harapnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk Sujito mengatakan, kondisi Jalan Guyangan yang rusak parah sudah diketahuinya. Hal itu menjadi penyebab, sopir truk enggan masuk jembatan timbang. “Sopir truk khawatir as roda patah,” ujarnya.
Karena itu, masalah jalan ini akan disampaikan ke pihak terkait. Sehingga, perbaikan jalan di Guyangan bisa segera dilakukan. Editor : Anwar Bahar Basalamah