Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Nasib Dua Dapur MBG di Ponorogo Usai Pengelola Mengaku Cucu Menteri

Arlintang Sekar Phambayun • Selasa, 17 Maret 2026 | 11:59 WIB

Pegawai SPPG
Pegawai SPPG

JP Radar Kediri– Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah muncul laporan dugaan tekanan terhadap pengelola dapur program tersebut.

Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya menghentikan sementara operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut usai menerima pengaduan dari kepala dapur yang merasa mendapat intimidasi.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan dua kepala SPPG dari Ponorogo bahkan datang langsung menemuinya di Blitar untuk meminta perlindungan.

“Dua kepala SPPG dari Ponorogo ini jauh-jauh datang ke Blitar untuk menemui saya karena minta perlindungan,” ujar Nanik pada Senin (16/3).

Baca Juga: Imbas Menu Kelapa Utuh di Menu MBG, BGN Suspend 9 SPPG di Gresik, Begini Nasibnya!

Diduga Mengatasnamakan Cucu Menteri

Dua kepala SPPG yang melapor yakni Rizal Zulfikar Fikri dari SPPG Ponorogo Kauman Somoroto dan Moch. Syafi’i Misbachul Mufid dari SPPG Ponorogo Jambon Krebet.

Keduanya mengelola dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara.

Dalam pengaduannya, mereka menyebut yayasan tersebut diduga dimiliki oleh seseorang yang mengklaim sebagai cucu seorang menteri.

Menurut pengakuan pengelola dapur, pihak yayasan kerap memberi tekanan kepada kepala dapur, pengawas gizi, hingga pengawas keuangan agar mengikuti berbagai arahan yang ditentukan yayasan.

Bahkan mereka disebut sempat ditakut-takuti akan dilaporkan ke polisi atau pengacara jika tidak mengikuti instruksi yang diberikan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Makanan MBG Tidak Dipotong, Hanya Coret Belanja yang Tidak Produktif

Anggaran Bahan Pangan Diduga Dipangkas

Selain dugaan tekanan, pengelola dapur juga melaporkan adanya dugaan rekayasa dalam pembelian bahan makanan program MBG.

Dalam program tersebut, BGN menetapkan anggaran bahan pangan sebesar Rp10 ribu per porsi. Namun menurut pengakuan pengelola dapur, pembelanjaan bahan makanan disebut hanya sekitar Rp6.500 per porsi.

Akibatnya, kepala dapur mengaku kerap harus menutup kekurangan biaya dari dana pribadi agar makanan yang diberikan kepada siswa tetap layak.

“Mau enggak mau, Pak, saya kasihan sama adik-adik siswa penerima manfaat,” ujar Mufid.

Inspeksi Temukan Dapur Tidak Layak

Menindaklanjuti laporan tersebut, BGN menugaskan tim pengawasan untuk melakukan inspeksi langsung ke dua dapur MBG tersebut.

Tim dipimpin oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro.

Hasil inspeksi menemukan sejumlah masalah pada fasilitas dapur yang dinilai tidak memenuhi standar operasional program MBG.

Beberapa temuan di antaranya lantai dapur yang mengelupas, dinding yang kotor dan berjamur, ruang pemorsian makanan yang tidak layak, serta tidak adanya ruang istirahat dan loker yang memadai bagi pekerja dapur.

Instalasi pengolahan air limbah juga dinilai tidak memadai karena hanya menggunakan buis beton sederhana yang hampir meluap.

“Dapur-dapur ini sangat tidak layak untuk dilanjutkan,” ujar Brigjen Dony.

Baca Juga: Program MBG Peringkat 2 Dunia! Tembus 61,2 Juta Penerima Manfaat, Kalahkan Brazil

Menteri Bantah Klaim Yayasan

Dalam proses penelusuran, BGN juga menghubungi menteri yang namanya disebut dalam klaim yayasan tersebut.

Menteri tersebut menegaskan tidak memiliki cucu dengan nama yang disebut sebagai pemilik dapur MBG tersebut. Ia juga meminta agar tidak ada pihak yang mengatasnamakan keluarganya dalam pengelolaan program MBG.

BGN pun memutuskan menghentikan sementara operasional dua dapur tersebut hingga ada perbaikan terhadap fasilitas, tata kelola operasional, serta kepatuhan terhadap standar prosedur program MBG.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program makan bergizi gratis tetap berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat bagi siswa penerima.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#Mbg #sppg di ponorogo #nasib dua sppg di ponorogo #sanitasi sppg mbg #sppg mbg #pengelola sppg di ponorogo ngaku cucu menteri #masalah MBG #dua sppg di ponorogo #dua kepala sppg ke blitar #dua kepala sppg ponorogo ke blitar #pelanggaran MBG #Investigasi dapur MBG #polemik program mbg #mbg indonesia #SPPG #dua kepala sppg menemui wakil kepala bgn #Makan Bergizi Gratis atau MBG #suspend dapur MBG #dua dapur mbg di ponorogo di suspend #program MBG Badan Gizi Nasional #pengawasan dapur MBG #dapur MBG #program mbg