JP Radar Kediri - Perbincangan terkait perusahaan Sritex mencuat akhir-akhir ini.
Lantaran, perusahaan yang terletak di Sukoharjo itu diketahui pailit atau bangkrut.
Sritex pailit ini sarat hukum, dengan berdasar pada putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang tertanggal 21 Oktober juncto putusan kasasi Mahkamah Agung tertanggal 18 Desember 2024.
Adapun entitas yang dinyatakan pailit tak hanya PT Sritex Sukoharjo, melainkan ada pula PT Primayudha Mandirijaya Boyolali, PT Sinar Pantja Djaja Semarang, dan PT Bitratex Industries Semarang.
Lantas, Sritex perusahaan apa?
PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex merupakan salah satu perusahaan tekstil dan garmen terbesar di Indonesia bahkan Asia.
Berdiri pada tahun 1966, perusahaan ini awalnya diprakarsai oleh H.M. Lukminto di Pasar Klewer, Solo.
Memulai usahanya sebagai pedagang kain kecil dengan nama UD Sri Redjeki.
Dua tahun berselang, perusahaan ini menampakkan kemajuannya. Hingga kemudian mendirikan pabrik cetak sendiri.
Selanjutnya lada tahun 1982, Sritex memperluas usahanya dengan mendirikan pabrik tenun pertama.
Keberhasilannua kian signifikan, terbukti pada tahun 1994, PT Sritex dipercaya memproduksi seragam militer untuk NATO dan Angkatan Bersenjata Jerman.
Saking besarnya skala bisnisnya, Sritex menjadi perusahaan yang banyak menopang ekonomi Kabupaten Sukoharjo.
Dari tahun ke tahun, perusahaan semakin berkembang pesat. Fasilitas produksinya terus bertambah.
Namun kini Sritex tutup lantaran dinuatakan bangkrut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah