JP, Radar Kediri - Baru-baru ini, muncul sebuah trend di salah satu platform sosial media terkenal yaitu TiktTok.Trend tersebut adalah trend jalan kaki menuju Mekkah.
Meski terlihat hampir mustahil, beberapa orang di TikTok berhasil melakukan perjalanan panjang ini, sehingga memotivasi orang lain melakukan hal yang sama. Kejadian ini lantas menjadi tren yang banyak orang ikuti.
Jika dilihat dari lama waktunya, perjalanan dari Indonesia ke Mekkah dengan berjalan kaki membutuhkan waktu kurang lebih 107 hari. Orang yang melakukan trend ini beranggapan lebih baik jalan kaki saja, daripada harus mengantri Umroh 25-30 tahun.
Mesikpun berjalan kaki, tetap harus ada peraturan yang harus diikuti para pejalan kaki ini ketika memasuki suatu negara. Memasuki negara besar seperti China dan India membutuhkan visa dengan pengecekan yang ketat.
Orang yang melakukan tren ini biasanya mengumumkan akan melakukan perjalan dari Mekkah di satu video. Dalam video tersebut, mereka akan menunjukkan kertas yang bertulis asal kota mereka ke Mekkah.
Beberapa orang yang melakukan tren jalan kaki ke Mekkah ini biasanya mendokumentasikan kegiatan mereka berupa video TikTok. Tak jarang dari mereka juga melakukan live pada pada aplikasi TikTok sambil menunjukkan perjalanan mereka.
Ketika mereka melakukan live, banyak warga netizen yang sering memberikan donasi berupa gift TikTok yang bisa membuat mereka bersemangat. Namun, tak jarang juga netizen memberikan komentar negatif atas trend ini.
Banyak dari para netizen ini menganggap orang yang melakukan trend ini adalah orang-orang Fomo (Fear of Missing Out). Dengan kata lain, banyak orang yang sekedar hanya ikut-ikutan tren ini tanpa tahu apakah mereka benar-benar bisa saampai ke Mekkah atau tidak.
Komentar netizen semakin panas ketika mengetahui bahwa orang-orang yang melakukan tren ini mendapatkan dukungan berupa gift TikTok. Banyak Netizen yang mencibir orang-orang yang melakukan tren ini hanya bertujuan mendapatkan gift TikTok.
Meski demikian, tren ini tetap ramai dilakukan oleh banyak orang. Entah tujuan mereka melakukan tren ini untuk Gift TikTok semata, atau mereka benar-benar ingin ke Tanah suci, banyak netizen yang mendukung hal ini.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira