Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Tanjung, Pagu, Kabupaten Kediri: Mempertahankan Tradisi sekaligus Menarik Wisatawan dengan Gebyok Ikan

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 4 April 2024 | 17:55 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Ada yang menarik setiap kali Desa Tanjung menggelar rangkaian perayaan Suroan. Yaitu, adanya tradisi gebyok ikan. Kegiatan mencari ikan secara massal ini juga menarik wisatawan.

Laiknya desa-desa di wilayah Kediri dan sekitarnya, ada tradisi Suroan di Desa Tanjung, Kecamatan Pagu. Yang selalu digelar di setiap bulan Suro dalam sistem penanggalan Jawa atau Muharram dalan kalender hijriyah. Yang membedakan, di desa ini acara bersih desa diwarnai dengan gebyok ikan. Acara yang berisi mencari ikan dengan beramai-ramai. Tempatnya di Sumber Gundi, sumber milik Desa Tanjung yang juga sebagai tempat wisata.

“Setiap tahun pengunjung yang ikut gebyok ikan ini semakin ramai,” jelas Bendahara Desa Tanjung Tri Subianto.

Tri bercerita, tradisi gebyok ikan ini berlangsung turun-temurun. Sempat vakum pada 2003 dan kembali diadakan pada 2014. “Tepatnya pada 22 Juni 2014,” sebutnya.

Di tahun itu, gebyok ikan bahkan berlangsung dua kali. Tujuannya untuk mengenalkan kembali tradisi yang sempat hilang itu. Pertama ketika Ramadan, yang kedua ini saat Suro.

"Selain nguri-uri tradisi juga untuk meningkatkan kerukunan warga," ucap Tri.

Saat gebyok ikan, ada ribuan ikan yang ditebar di kolam sumber. Jenisnya mulai nila, kutuk, lele, tombro, dan tawes. Ikan-ikan inilah yang digebyok alias diburu oleh warga. “Saat gebyok ikan hanya boleh menggunakan alat sederhana, tidak boleh pakai pancing dan alat setrum,” terang Tri.

Tradisi Grobyak Ikan selalu menarik masyarakat baik orang dewasa, juga anak-anak, Dalam momen tersebut, anak-anak memuaskan hasratnya bermain lumpur. Tanpa rasa takut, anak-anak tersebut langsung menceburkan tubuh kecilnya.

Sementara itu, sebelum berlangsung gebyok ikan, diawali dengan selamatan. Dipimpin oleh sesepuh Desa Tanjung. Tujuannyaagar warga selalu diberi keselamatan oleh Tuhan. 

Usai Diterjang Puting Beliung, Sumber Gundi Jadi Wisata

Desa Tanjung sudah lama memiliki sumber air. Namanya Sumber Gundi. Dulu, hanya difungsikan sebagai sarana irigasi pertanian. Airnya dialirkan ke persawahan.

Baca Juga: Operasional Bandara Dhoho Kediri Semakin Dekat, Citilink Melayani Penerbangan Kediri-Jakarta

Namun, cerita berbelok ketika terjadi puting beliung pada 2013. Saat itu angin kencang memorak-porandakan wilayah Sumber Gundi. Banyak pohon yang bertumbangan.

Setelah bencana tersebut, warga desa pun melakukan kerja bakti. Dimotori oleh pemuda yang tergabung dalam karang taruna, mereka tak hanya bersih-bersih. Melainkan juga melakukan reboisasi alias menanami kembali lahan seluas satu hektare tersebut.

"Bibit tanaman untuk penghijauan itu diperoleh dari sumbangan para donatur dan warga," terang Bendahara Desa Tanjung Tri Subianto.

Setelah dibersihkan dan dihijaukan kembali, Sumber Gundi ternyata mengundang pengunjung. Awalnya, tujuan mereka ke sumber untuk memancing ikan.

Dalam perkembangannya, Pemdes Tanjung dan warga menghidupkan lagi tradisi gebyok ikan. Acara ini kian menarik minat masyarakat mendatangi sumber. Akhirnya, sejak 2014 mulai dibangun warung untuk berjualan kebutuhan pengunjung.

“Dulu hanya tiga warung, sekarang berkembang menjadi puluhan,” kata Tri.

Sumber ini benar-benar menjadi tempat wisata mulai 2020. Tapi, kini ada aturan pengunjung tak boleh memancing ikan. Karena ikan tersebut akan digunakan dalam kegiatan gebyok ikan. Bukannya berkurang, aturan tersebut justru membuat pengunjung bertambah. Terutama ketika datangnya waktu gebyok ikan.

Saat ini Sumber Gundi sudah dilengkapi beberapa fasilitas.Selain warung, juga ada gazebo, toilet, tempat parkir, dan musala. “Ke depannya pemerintah desa akan menambahkan wahana outbound,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #desa milenial #jawapos