Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cungkup, Lindungi Aset Relief Panji

adi nugroho • Sabtu, 17 Maret 2018 | 18:15 WIB
cungkup-lindungi-aset-relief-panji
cungkup-lindungi-aset-relief-panji


KEDIRI KABUPATEN – Tidak hanya melindungi kelestariannya, batu relief Panji Semirang yang ditemukan di Dusun Sarasehan, Desa Gambyok, Kecamatan Grogol pun dijaga keamanannya. Tahun 2017 lalu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kediri mendirikan bangunan khusus berupa cungkup.


          “Cungkup itu bangunan dengan atap berbentuk limas. Ukurannya 5 x 5 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter,” kata Kepala Desa (Kades) Gambyok Suroto kepada Jawa Pos Radar Kediri.


          Di dalam bangunan tersebut terdapat relief Panji yang merupakan simbol kabupaten dilindungi dengan pagar besi. Sehingga aset benda bersejarah itu lebih aman. “Kami memang nguri-uri benda-benda bersejarah di situs ini,” papar kades yang mantan kaur pemerintahan desa ini.


          Sebelumnya, relief Panji tersebut hanya tergeletak di area Situs Gambyok. Tidak terlindung. Meski begitu, Suroto mengatakan, perangkat desa dan warga di sekitar situs tetap menjaga keamanannya.


Demi melestarikan sejarah dan budaya adat setempat, Suroto menyatakan, juga menggelar kesenian tradisional di area relief Panji. Di antaranya pergelaran wayang krucil. Ke depan, pihaknya ingin mengembangkan kawasan situs menjadi area wisata bersejarah. Apalagi, relief Panji kerap menjadi objek riset.


Miftakhul Janah, juru kunci situs Panji Semirang, mengakui, dahulu memang kerap ditemukan batu-batu bersejarah. Namun karena belum memiliki tempat yang memadai untuk menyimpan, akhirnya dititipkan di rumah warga.


Termasuk di rumah Miftakhul. “Khawatirnya kalau digeletakkan begitu saja akan hilang. Karena itu, warga di sini juga ikut melindungi,” urainya.


Selama ini, menurut dia, banyak yang berkunjung ke situs Panji. Terutama bulan Sura. Suasana lebih ramai lantaran ada acara bersih desa. “Selain itu, kalau warga punya hajat, mereka menggelar tasyakuran di sini,” ujarnya saat didampingi Kasun Gambyok Ilyas.


 


 

Editor : adi nugroho
#kediri