26 Titik Panas Terdeteksi di Kediri-Madiun Raya Mayoritas Wilayah Jatim Masih Sangat Mudah Terbakar

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:06 WIB
Ilustrasi Karhutla. (Sumber : Jawa Pos)
Ilustrasi Karhutla. (Sumber : Jawa Pos)

JP Radar Kediri – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai di Jawa Timur, khususnya wilayah Kediri Raya dan Madiun Raya, di tengah kondisi permukaan lahan yang sangat kering.

Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri mencatat 26 titik panas (hotspot) berdasarkan pemantauan per 10 Oktober 2026.

Sementara itu, peta prakiraan tingkat kemudahan lahan terbakar untuk Minggu (11/10) masih didominasi zona merah yang menandakan kondisi sangat mudah terbakar.

Dari total 26 titik panas yang terpantau, sebanyak 23 titik masuk kategori tingkat kepercayaan sedang dan tiga titik lainnya berkategori rendah. Tidak ditemukan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kabupaten Madiun menjadi wilayah dengan jumlah titik panas kategori sedang terbanyak, yakni enam titik.

Disusul Kabupaten Magetan dengan empat titik dan Kabupaten Pacitan sebanyak tiga titik.

Sementara itu, Kabupaten Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, dan Ponorogo masing-masing terpantau memiliki dua titik panas kategori sedang.

Baca Juga: Lahan Jatim Sangat Mudah Terbakar: 23 Titik Panas Terdeteksi, Mayoritas di Wilayah Barat

Adapun Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar masing-masing satu titik.

Untuk kategori tingkat kepercayaan rendah, dua titik terpantau di Kabupaten Ngawi dan satu titik di Kabupaten Nganjuk.

Sedangkan Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kota Madiun tidak terpantau memiliki titik panas dalam data tersebut.

Di sisi lain, peta prakiraan Fine Fuel Moisture Code (FFMC) untuk 11 Oktober menunjukkan hampir seluruh wilayah daratan Jawa Timur berada dalam kategori sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut juga mencakup kawasan Kediri Raya dan Madiun Raya.

Area dengan kondisi permukaan lembap hingga basah hanya terpantau di sejumlah titik terbatas di kawasan pegunungan bagian tengah dan timur Jawa Timur.

Kondisi lahan yang sangat kering meningkatkan risiko kebakaran apabila terdapat sumber api. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membakar sampah, dedaunan kering, maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan rerumputan kering dan hutan. Jika menemukan titik api yang berpotensi meluas, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran atau BPBD setempat.

Informasi terbaru mengenai sebaran titik panas dapat dipantau melalui kanal resmi Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri dan portal pemantauan hotspot BMKG.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
karhutla titik panas hotspot kebakaran